RI Kiblat Perdamaian Dunia

Gus Dur menerima Zhenghe International Peace Award 2019 yang diterima oleh Ny. Sinta Nuriyah Wahid.

SURABAYA (global-news.co.id) – Zhenghe International Peace Forum (ZIPF) ke-5 resmi dibuka oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Senin (15/7/2019) malam di Jatim Expo, Surabaya. Setidaknya 2.500 undangan hadir di acara tersebut. Selain Gubernur, hadir pula Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe P.B. hingga Ny. Sinta Nuriyah Wahid (istri almarhum Gus Dur).

Pada acara tersebut diserahkan pula Penghargaan Perdamain Zhenghe 2019 (Zhenghe International Peace Award 2019) kepada almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Presiden RI yang ke-4.

Penghargaan Zhenghe International Peace Award 2019 kepada Gus Dur tersebut diterima oleh istri Gus Dur, Ny. Sinta Nuriyah yang diserahkan oleh Prof. Haiyun Ma, Presiden Zhenghe International Peace Foundation. Prof. Ma yang didampingi H.M.Y. Bambang Sujanto Ketua Dewan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) mengatakan diserahkannya penghargan tersebut kepada Gus Dur, karena Beliau memang tokoh pluralis yang memenuhi syarat untuk menerima penghargaan tersebut.

Sementara itu, Gubernur Khofifah dalam sambutannya mengatakan, berbagai fenomena keberhasilan Islam di Indonesia dalam membangun dialog antar budaya dan antar masyarakat yang memiliki karakteristik yang khas, telah menarik perhatian dunia internasional. Bahkan telah banyak hasil riset yang isinya khusus melakukan kajian terkait Islam di Indonesia.

Khofifah melanjutkan, sejauhmana keberhasilan dialog antara Islam dengan budaya lokal tersebut bisa dicermati dari adanya keanekaragaman agama, suku, bangsa, budaya dan kelompok yang berjalan seiring di Nusantara. Keanekaragaman inilah yang selanjutnya melahirkan yang namanya kearifan lokal dengan berbagai bentuknya yang berbeda beda.

“Melalui kearifan lokal inilah yang menjadikan Indonesia sampai kini jadi kiblat perdamaian di belahan dunia,” katanya.

Untuk itulah, lanjut Khofifah, pemerintahan provinsi menyambut baik dan positif dengan digelarnya konferensi ini di Jawa timur. Ia berharap nantinya dapat menyamakan perspektif di antara semua warga bangsa.

“Kami harap semua elemen, peserta, narasumber dan seluruh elemen strategis bisa berikan kontribusi terbaiknya selama berlangsungnya acara ini,” katanya.

Lebih lanjut, Khofifah juga memberikan penghargaan yang tinggi dalam pelaksanaan konferensi Zhenghe internasional Peace Forum ini. Jatim adalah provinsi yang dibangun berkat sinergitas atas seluruh keberagaman, penuh kedinamisan dan kedamaian.

“Mari Bersama kita ingin buktikan bahwa kita semua bersaudara, saling hormat-menghormati, menempatkan harkat dan martabat kemanusiaan secara setara di buka bumi,” katanya.

H.M.Y. Bambang Sujanto, salah satu motor penggerak terlaksananya konferensi ini mengatakan banyak-banyak terima kasih kepada semua yang melancarkan pelaksanaan kongres ini. Dengan adanya kongres ini, semoga kerukunan yang tercipta di Jatim semakin ditingkatkan, sehingga, rasa kesatuan dan persatusn secara terus menerus kita pupuk. (Tamam, Erfandi)