Presiden Jokowi Perlu Membuat Gerakan Penyuluh Energi

Ibrahim Hasyim dan tim redaksi Global Energi.

SURABAYA (global-news.co.id) – Pemerintahan Presiden Jokowi ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di periode kedua kepemimpinannya. Selain itu juga berusaha memastikan ketersediaan energi yang cukup di tanah air mengingat energi merupakan kebutuhan pokok selain pangan dan air. Salah satunya dengan menggalakkan energi baru terbarukan alias EBT.

Untuk itu praktisi dan akademisi energi Dr Ibrahim Hasyim SE MM menyarankan agar EBT disesuaikan dengan ketersediaan sumber energi lokal, seperti energi surya, mikrohidro, angin, biomasa, dan energi dari sampah. Dalam kaitan itu, masyarakat setempat harus diberi pemahaman agar bisa mengelola EBT secara berkelanjutan. Artinya, penyediaan EBT tidak parsial. Selesai dibangun lalu diserahkan masyarakat dan ditinggal oleh pelaksana program.

Karena itu harus pula disertai dengan tenaga penyuluh energi. Dulu saat Orde Baru ada penyuluh pertanian sebab momennya swasembada pangan, tapi sekarang terkait swasembada energi Presiden Jokowi juga perlu membuat gerakan penyuluh energi di masyarakat.

“Penyuluh energi dilatih dan dididik soal EBT dan lain-lain sehingga bisa melatih masyarakat mengelola EBT yang ada di daerahnya. Mereka turun ke desa-desa memberi pemahaman masyarakat soal usaha mandiri energi ini. Bisa satu kecamatan satu orang penyuluh dan lain sebagainya. Jadi, tidak perlu bersusah payah beli elpiji. Cari duit untuk beli elpiji sementara di daerahnya kaya sumber energi. Ini juga untuk menghapus kesan seperti hasil kajian Bank Dunia bahwa energi salah satu yang bikin masyarakat miskin,” kata Dr Ibrahim Hasyim kepada Global News di Surabaya Kamis 18 Juli 2019.

Penyuluh energi, kata Ibrahim, juga memberi pemahaman ke masyarakat agar tidak keliru. Misalnya soal anggapan energi dari kotoran hewan ternak yang dibuat gas. Sebagian masyarakat menganggap gas dari kotoran hewan, tidak layak dipakai untuk memasak nasi dan keperluan rumah tangga lain. Najis dan lain sebagainya. Padahal tidak demikian. “Di sini peran penyuluh energi jadi sangat penting agar masyarakat bisa menerima kehadiran EBT,” katanya. (gas)