‘’Pekka’’ Hadir Membantu Atasi Masalah Keluarga

Kegiatan pembinan terhadap anggota Pekka.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Pemkab Pamekasan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan warganya melalui berbagai terobosan. Kali ini ada terobosan yang bernama program Perempuan Kepala Keluarga (Pekka). Program ini dijalankan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (PPPA-KB).

Pekka adalah perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, baik dalam aspek ekonomi, masalah pendidikan dan masalah keluarga lainnya. Pembinaan terhadap Pekka ini mulai dijalankan sejak tahun 2017 lalu dan hingga kini telah memiliki anggota sekitar 23.419 orang se kabupaten Pamekasan.

Anggota Pekka ini terbagai menjadi dua, yang pertama kalangan perempuan yang ditinggal suaminya. Kedua perempuan yang masih bersuami namun sang suami tidak bisa menjalankan tugas dan perannya sebagai kepala rumah tangga. Sekalipun sang suami masih ada, namun tidak bisa menjadi pemimpin rumah tangga dengan baik.

Pemberdayaan terhadap anggota Pekka selama ini dilakukan dengan memberikan bantuan pemberdayaan melaui bantuan modal usaha maupun bantuan pemberian keterampilan. Untuk pemberdayaan bantuan modal usaha Dinas PPPA-Kab menggandeng Dinas Koperasi dan Bank UMKM.

Jenis usaha yang ditekuni anggota Pekka selama ini berupa usaha jual beli dan pertokoan dan industry rumah tangga. Sedangkan untuk pemberdayaan dan pembinaan pelatihan Dinas PPPA-KB melakukan kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja.

Guna memudahkan pola pemberdayaan terhadap mereka, kini Pekka telah membentuk organisasi dan kepengurusan sudah terdapat mulai tingkat desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten. Sekalipun tidak semua desa dan kecamatan telah ada pengurus Pekka, namun diseluruh desa dan kecamatan telah merata anggota Pekka.

Kepala Dinas PPPA-KB Pamekasan Drs H Musyaffak didampingi Kepala Bidang PPPA Drs Abrari Rais menjelaskan sejak dijalankan program pemberdayaan terhadap Pekka ini telah menghasilkan manfaat yang besar. Anggota Pekka telah bisa menyelesaikan persoalan ekonomi dan masalah lain dalam keluarga secara bertahap.

“Selain pemberdayaan dan pembinaan dalam soal pemberdayaan ekonomi, mereka juga mendapat pembinaan pengawalan untuk menyelesaikan masalah masalah keluarga lainnya jika mereka menghadapi masalah. Untuk menangani masalah itu ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan anak (PPTPPA) di Dinas PPPA-KB Pamekasan,” jelas Abrari.

Guna memaksimalkan peran mereka, lanjut Abrori, kini Pekka berencana untuk mendirikan koperasi. Beberapa hari lalu mereka mendapat sosialisasi dan penyuluhan tentang pembentukan koperasi yang dilakukan oleh Dinas Kooperasi Pamekasan.

“Tampaknya mereka sudah membutuhkan dan siap untuk menjalankan koperasi” pungkas Abrari. (mas)