Pamekasan Potensial Sumbang Kebutuhan Jagung Nasional

Badrut Tamam bersama pimpinan OPD Pamekasan foto bareng Mr Allaster Cox.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam menegaskan daerahnya memiliki potensi nyumbang produksi jagung untuk penuhi kebutuhan pangan nasional 89.780 ton pertahun. Ini terjadi apabila petani menggunakan bibit hibrida sebagai pendukung pertaniannya. Hasil panen yang menggunakan bibit hibrida lebih besar dibandingkan menggunakan bibit local.

Badrut Tamam mengungkapkan hal itu saat memberi sambutan dalam kunjungan kerja Deputy Head Of Mission Konsulat Jenderal Australia, Mr Allaster Cox, ke Pamekasan, Selasa (16/7/19) kemarin. Badrut Tamam menerima tamunya diruang peringgitan dalam Rumah Dinas Bupati. Dia didampingi oleh Sekdakab Pamekasan Ir Totok Hartono dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Mr Allaster Cox yang didampingi oleh rombongan Kementerian Perdagangan dan Luar Negeri Australia, hadir ke Pamekasan dalam rangka kunjungan lapangan terkait program kerjasama Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia dengan Bappenas, secara khusus implementasi model kolaborasi swasta-pemerintah untuk peningkatan pendapatan petani jagung.

Dalam kunjungan ini juga hadir sejumlah personil dari AIP Prisma (Australia-Indonesia Partnership for Promoting Rural Incomes Through Support for Markets in Agriculture), dan sebuah perusahaan swasta PT Dupon Tbk, yang telah melakukan kolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan Holtikulutura dan Perkebunan Pamekasan melalui demo mini jagung sehingga petani bisa bedakan antara jagung local dengan jagung hibrida.

Badrut Tamam menjelaskan di Pamekasan lahan areal potensial jagung seluas 40.081 hektar. Dari luas tersebut 31.263 hektar atau 78 % masih gunakan benih jagung local dengan produktifitas 2,5 kwintal perhektar dengan total produksi 78.158 ton. Sedangkan petani yang gunakan benih hibrida seluas 8.818 hektar dengan produksi 6,5 kwintal perhektar produksi sebanyak 57.313 ton. Sehingga total produksi jagung Pamekasan sebanyak 135.475 ton.

“Kondisi yang diinginkan dengan adanya kerjasama Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Pamekasan AIP Prisma dan PT Dupon Tbk adalah bagaimana petani yang semula gunakan benih local berubah gunakan benih hibrida, sehingga lahan luasan 31.263 yang awalnya gunakan bibit local berubah ke bibit hibrida dengan produksi 6,5 ton perhektar,” paparnya.

Dengan menggunakan bibit hibrida, lanjut Badrut Tamam, diharapkan akan tercapai produksi sebesar 203.045 ton. Dengan tetap mempertahkankan jagug local sebesar 22 persen dari total potensi seluas 8.818 hektar dengan produksi 22.210 ton, maka total produksi yang diharapkan mencapain 225.255 ton. Jadi ada produksi jagung untuk penuhi kebutuhan pangan nasional mencapai 89.780 pertahun.

Dia mengaku pada tahun 2019 ini Pamekasan mendapat alokasi bantuan benih jagung hibrida dari Kementerian Pertanian RI sebanyak 75 ton untuk lahan seluas 5000 hektar. Realisasi tanam bulan Maret 2019 lalu seluas 1.211 hektar dan rencana tanaman bulan Oktober 2019 seluas 3.789 hektar.

Usai diterima Bupati rombongan tamu itu melakukan peninjauan lapangan ke desa Plakpak Kecamatan Pegantenan. (mas)