Menuai Pujian, Kepanitiaan ZIPF Ke-5 Dibubarkan

Gu Jingqi menyerahkan suvenir kepada Anita dari Perkumpulan Fuging.

SURABAYA (global-news.co.id) –Kepanitiaan Zhenghe International Peace Forum (ZIPF) Ke-5 yang berlangsung di Surabaya 15-17 Juli 2019 dibubarkan. Pada acara yang bertajuk Tasyakuran dan Pembubaran Panitia Konferensi Internasional Zhenghe dilaksanakan di Grha Mahameru, Jemursari, Selasa (30/7/2019) malam, dihadiri setidaknya kisaran 100 orang.

Tampak hadir Konjen RRT untuk Surabaya Qu Jingqi, Ketua Dewan Pembina dan Pendiri Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) Dr (H.C.) Bambang Sujanto, Ketua Panitia ZIPF Prof. Muzakki dan wakilnya Herman Halim dan H. Nur Awi, Ketua Paguyuban Masyarakat Tionghoa Lim Ou Yen, Prof Philip dari MaCung University, Kadapi Kadiso dari Cheng Hoo Banyuwangi, Helmy dari pihak EO serta sejumlah panitia lainnya.

Prof. Muzakki dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, karena telah menghantarkan pelaksanaan ZIPF di Surabaya dan merupakan pelaksanaan tersukses dibandingkan 4 negara lainnya.

“Saya beserta delegasi Jatim lainnya sudah mengikuti konferensi sebelum-sebelumnya, tapi saya amati dan saya rasakan, ZIPF di Surabaya merupakan penyelenggaraan yang tersukses. Indikator yang paling utama tingkat kehadiran peserta dan keterlibatan berbagai komponen yang ada di Jatim. Semua bersatu padu demi suksesnya acara. Terima kasih semuanya,” katanya.

“Saya bertanya, konferensi mana yang semua komponennya bergerak semua, mulai dari universitas, organisasi, komunitas hingga pemerintahan yang bergerak untuk mensukseskan konferensi? Jawabnya pasti Jawa Timur. Ditanya dimana yang bisa menggerakkan semua etnis yang ada dalam sebuah konferensi serupa? Jawabnya Surabaya. Ya, pelaksanaan ZIPF di Surabaya benar-benar menuai pujian. Pujian juga datang dari Gubernur Jatim Khofifan Indar Parawansa. Ini yang membuat kita patut berbangga. Terpenting, saya berharap agar kerjasama ini bisa ditularkan pada bentuk kegiatan serupa,” kata Prof Muzakki yang juga Dekan FISIP UINSA Surabaya itu.

H. Nur Awi, Ketua Umum YHMCHI dalam sambutannya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh peserta. “Kepada tim kesenian dan paduan suara seperti Lalare Orkestra, Kemuning Orchestra, Paduan Suara Cheng Hoo hingga kepada mahasiswa UINSA Surabaya, kami atas nama yayasan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya.

Sementara itu, Bambang Sujanto juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semuanya. Terutama pada donatur. “Prof Haiyun Ma, President Zhenghe International Peace Foundation memuji keberhasilan Surabaya dalam menyelenggarakan ZIPF ke-5. Saya berharap, konferensi selanjutnya bisa digelar di RRT,” katanya.

Gu Jingqi dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya mohon maaf tidak bisa hadir dalam acara tersebut, karena ada tugas negara ke RRT.

“Meski demikian saya bangga bahwa pelaksanaan acara ini begitu suksesnya. Saya banyak mendapat telepon dari sejumlah pihak atas kesuksesan acara tersebut. Terima kasih kepada semuanya,” katanya.

Di penghujung acara dilaksanakan pemberian suvenir dari YHMCHI kepada sejumlah perguruan tinggi, komunitas hingga lembaga yang telah mendukung suksesnya acara tersebut. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Ta’mir Masjid Cheng Hoo Surabaya, Ustad Hariyono Ong. (H. Erfandi Putra)