“Jumat Berbaur”, Badrut Tamam Kembali Ingatkan Bahaya Narkoba

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam kembali mengingatkan tentang bahaya narkoba bagi rakyatnya khususnya kalangan remaja. Dia mengaku kondisi sebagian remaja di Pamekasan benar benar memprihatinkan. Ada remaja yang secara terang-terangan tidak malu dan tidak takut untuk membeli narkoba.

“Saya dapat laporan ada siswa anak SMP yang suatu ketika akan jual burung piaraannya kepada seseorang. Lalu seseorang yang diminta untuk membeli itu bertanya untuk apa burungnya dijual. Anak itu mengaku untuk membeli sabu-sabu. Nah inilah fakta kita sekarang, ” katanya.

Bupati mengungkapkan hal itu saat memberi sambutan pada saat hadir dalam acara Jumat Berbaur (berbakti dan bekerja untuk rakyat), di Lokasi Tempat Pembuangan Sementara Sampah (TPS) III BKM Bestari Desa Nyalabu Laok Kecamatan Pamekasan, Jumat (26/7/2019). Kegiatan Jumat Berbaur ini diikuti oleh Bupati bersama Forkopimda dan para pejabat Pemkab Pamekasan.

Badrut Tamam menegaskan kondisi sebagian dari remaja di daerahnya benar-benar memprihatinkan, karena itu harus mendapat perhatian serius. Semua pihak, kata dia, harus bekerjasama saling membantu mengatasinya. Para kepala desa dan lurah harus juga aktif sosialisasikan jika ada pertemuan dengan warga, sampaikan nasehat jauhi narkoba.

Jawa Timur, tambah dia, merupakan wilayah propinsi yang mengalami lonjakan dahsyat tentang jumlah pengguna narkoba. Kalau pada tahun 2013 lalu propinsi tertinggi pengguna narkoba adalah DKI Jakarta, kini propinsi yang tertinggi pengguna narkoba bergeser ke Jawa Timur.

“Di Jatim itu jumlah guru ngaji terbanyak di Indonesia, tingkat ketaatan ibadahnya juga tertinggi, tapi anehnya narkoba tertinggi di Indonesia juga di Jatim. Ada apa ini ? Ada anomali apa ? Ada sesatu yang putus ini. Sekarang Jatim menjadi propinsi nomor satu di Indonesia tertinggi pengguna narkobanya,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut dia, tidak ada jalan lain kecuali semua pihak harus mulai melangkah untuk mengatasi masalah tersebut, dengan melakukan program yang terencana melibatkan semua stakeholder, sekolah, dinas dan orang tua harus sosialisasikan tentang bahaya narkoba dan cara mengatasinya.

Dalam kegiatan Jumat Berbaur ini, Badrut juga kembali menjelaskan tentang perlunya kekompakan, kepekaan para pejabat Pemkab dalam menjalankan tugas sesuai tupoksi lembaganya. Pejabat diminta untuk bisa melakukan komunikasi dengan masyarakat terkait dengan apa yang selama ini menjadi obsesinya membangun Pamekasan.

“Misalnya pada kegiatan Jumat Berbaur ini. Kita bukan hanya datang ke balai desa bersepeda, lalu kemudian ngobrol ngobrol dan setelah itu tidak ada apa apanya. Tidak seperti itu, harus ada hasil yang bisa dirasakan oleh rakyat. Apakah dengan kerja bakti, memberi bantuan secara pribadi kepada masyarakat yang butuh. Sehingga rakyat bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya. (mas)