Cheng Hoo Selalu Hadirkan Harmoni

SURABAYA (global-news.co.id) – Laksamana Cheng Hoo dikenal dengan pelayaran 7 rute ekspedisinya ke 18 negara, dengan misi menjalin persahabatan ke negara-negara yang dikunjungi. Dalam setiap negeri yang ia kunjungi, namanya terus dikenang, termasuk ketika ia melakukan ekspedisi ke Nusantara sejak tahun 1405.

“Yang membedakan Laksamana Cheng Hoo dengan duta-duta lainnya adalah model diplomasinya. Secara umum, ketika sebuah negara membuat kerja sama dengan negara-negara lain, kepentingan politiknya jauh lebih kuat, sehingga terkesan kaku,” kata Tonny Dian Effendi, dalam Paralel Session 3 di Room 2 pada Konferensi Zhenghe International Peace Forum.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang ini mengambil tema “Zhenghe and International Relation: An Asian Culture Diplomacy Model”. Dia mengatakan, dalam misi diplomatiknya ke berbagai belahan negara, Laksamana Cheng Hoo tidak semata-mata membawa aspek politik-kenegaraan secara kaku. Tetapi, juga membawa aspek persaudaraan dan kemanusiaan serta menumbuhkan harmoni lingkungan.

“Jadi, tidak semata-mata soal politik, tetapi juga tentang menciptakan harmoni di setiap negeri yang ia kunjungi,” katanya.

Dalam hal ini, diplomasi Cheng Hoo menunjukkan bahwa dalam hubungan internasional dengan negara-bangsa yang berbeda, tetapi tetap dimungkinkan untuk membangun hubungan damai untuk pembangunan bersama.

“Karena itu, tak heran jika setiap kunjungan sosok Cheng Hoo meninggalkan kesan kuat bagi masyarakat setempat. Kesan yang mendalam dalam arti yang positif, karena selalu memberikan perdamaian,” katanya.

Menurut jadwal yang ada, even “Zhenghe International Peace Forum” yang digelar mulai 15 Juli tersebut akan berakhir Rabu (17/7/2019). Hari terakhir, anggota delegasi dari luar negeri dan dalam negeri akan mengadakan tour pariwisata ke sejumlah obyek pariwisata di Surabaya. (Tamam)