Umat Islam Besar, tapi Perannya Kecil Sebab Tidak Bersatu

Ustad Taufik AB saat memberikan taushiyah.

SIDOARJO (global-news.co.id) – Umat Islam di Indonesia jumlahnya sekitar 87 persen dari total penduduk. Meski besar, tetapi tak punya peran yang berarti.

Mengapa? Karena masih tersekat – usekat. Tidak bersatu. Karena itulah silaturrahmi merupakan media untuk menyatukan umat Islam Indonesia.

“Silaturrahmi menjadi penting sekali dalam Islam, karena dengan silaturrahmi dapat menghilangkan sekat-sekat di antara kita. Memperkuat tali silaturrahmi berarti memperkuat Islam,” kata Ustad Muhammad Taufik AB ketika memberikan Kajian Subuh dengan tema “Merajut Ukhuwah Islamiyah” sekaligus Halal bi Halal di Masjid Raudhatul Jannah Perum Wisma Permai, Pepelegi, Waru, Sidoarjo, Minggu (16/6/2019).

Dalam acara tersebut hadir sekitar 300 jamaah. Tampak hadir Ketua RW 08, Pepelegi, Ketua Takmir Masjid Raudhatul Jannah hingga Majelis Taklim Raudhatul Jannah.

Ustad Muhammad Taufik AB mengatakan, semua ini merupakan nikmat Allah yang patut kita syukuri. Sholat Subuh yang kita bangun ini merupakan salah satu bentuk membangun ukhuwah Islamiyah.

“Ini salah satu cara membangun persatuan Islam. Dan ini harus diikuti dengan hati yang bersih. Idul Fitri kemarin menjadikan kita untuk memiliki atau menjadi hati yang bersih,” katanya.

Silaturrahmi, katanya, merupakan bagian utama dalam Islam. Diutusnya Nabi itu merupakan rahmat. Apakah mudah orang bersilaturrahmi atau bisa maaf memaafkan? Tentang ini dia mengatakan, mudah. Kalau dimudahkan Allah. Tapi kadang ada hati seseorang yang keras. Seperti, ada jemaah yang tak ke masjid karena tak cocok dengan takmir. Kalau begini bagaimana kita bisa bersatu.

Dalam silaturrahmi jabat tangan mudah. Yang paling penting hatinya. Juga lidahnya. Lidah itu jurubicaranya hati.
Salah satu yang diingatkan saat Nabi
melaksanakan Isra’ Mi’raj bahwasannya yang paling banyak masuk neraka adalah perempuan.

“Tak sedikit perempuan yang masuk neraka karena membuka auratnya. Coba jalan jalan ke mal kan banyak wanita yang membuka auratnya. Tapi ada juga petugas SPBU yang memakai jilbab. Yang terakhir ini kan positif,” katanya.

Ustad Taufik mengatakan, kalau ada orang sulit bersilaturrahmi, sulit memaafkan. Ini karena otaknya dikuasai oleh nafsu. Tanda-tanda orang masuk surga itu bisa dilihat hatinya. Doanya rahmat. Mintalah rahmat kepada Allah. Orang yang masuk surga hatinya mempunyai belas kasih sayang.

“Mereka ini kalau melihat orang tak beruntung, langsung mengulurkan tangannya,” jelasnya.

Ustad mengatakan, orang beriman itu bersaudara. Apakah keimanan kita sudah mempunyai sifat berdaudara dengan Islam yang lain. Islam di Amerika dan di China bersaudara. Organisasi pun dalam Islam harus bersaudara. Jangan ada sekat-sekat.

Karena itu, katanya, jangan memberikan stigma pada masjid golongan ini dan golongan itu. Ini yang membuat Islam kurang berperan padahal Islam di Indonesia jumlahnya mencapai 87 persen. Mengapa kita tak punya peran? Karena kita tak bersatu.

“Karena itulah berdamailah umat Islaom. Bersatulah supaya mendapat rahmat,” katanya. (Erfandi Putra