Tekan Angka Kematian Ibu, PIT POGI Siapkan PAKI Awards

SURABAYA (global-news.co.id) – Masih tingginya angka kematian ibu (AKI) melahirkan menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (PIT POGI) ke-24 yang akan dilaksanakan pada 4-10 Juli di Surabaya.  Terkait dengan itu, dalam pertemuan tahunan para dokter kandungan dan kebidanan kali ini diselenggarakan pula PAKI Awards yaitu lomba inovasi cara menurunkan AKI.

Dr Brahmana Askandar SpOG (tengah) diapit dr Pujo Hartono SpOG dan dr Eighty Mardian K.SpOG saat memberikan keterangan terkait kegiatan PIT POGI ke-24 yang digelar di Surabaya pada 4-10 Juli.

“Ini pertama kalinya ada PAKI Awards. AKI merupakan problem kita semua. Layanan kesehatan itu bukan hanya peran dokter, tapi juga melibatkan puskesmas, bidan, masyarakat, serta kesiapan insfrastruktur. Lewat lomba ini akan dicari daerah mana yang punya inovasi cara yang paling masuk akal untuk menekan sehingga AKI-nya bagus,” kata dr Brahmana Askandar SpOG, ketua panitia PIT POGI ke-24.

Brahmana yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya menjelaskan, pertemuan yang bertema  Mempertahankan Profesionalisme Layanan Obstetri Ginekologi di Era Jaminan Kesehatan Nasional ini ditargetkan akan diikuti sekitar 3.000 dokter kandungan dari seluruh Indonesia.Sebanyak 174 pembicara nasional dan internasional, di antaranya dari Australia, Srilanka, dan Malaysia, tampil dalam kegiatan ini.

Dr Pujo Hartono SpOG menambahkan, goal dari pertemuan ini adalah bagaimana para tenaga medis ini memberikan layanan terbaik untuk masyarakat.  “Kalau mau lebih tinggi lagi, ya go international. Minimal mencegah berobat ke luar negeri hanya untuk operasi myoma atau kista. Ini tekad kita semoga didukung oleh semangat kita bersama,” ujar anggota Pengurus Besar IDI ini.

Brahmana menyebut, secara individual kemampuan dokter-dokter Indonesia terstandar dan  hebat-hebat. Dicontohkan apa yang dilakukan dokter Singapura dalam melakukan operasi kista atau myoma yang menggunakan teknik laparoskopi dengan sayatan kecil sudah dilakukan dokter Indonesia. “Bahkan operasi kanker serviks yang dikerjakan dokter Singapura, step-nya sama persis dengan yang kita kerjakan, A B C-nya sama,” terangnya.

Selain workshop dan symposium, PIT POGI juga diwarnai kegiatan olahraga. Sebelumnya pada 23 April telah pula digelar kegiatan pengabdian masyarakat  bertajuk PIT POGI Goes to School berupa talk show bertema Generasi Milenial Sadar Kesehatan Reproduksi. Kegiatan yang diadakan di Gedung Negara Grahadi dan diikuti Arumi Emil Dardak, istri Wagub Jatim ini diikuti puluhan siswa dari berbaai sekolah.ret