Raja’e : Program Terobosan Ikhtiar Menuju Perbaikan Bukan Pencitraan

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Kritik atas program unggulan Pemkab Pamekasan di bawah kepemimpinan Badrut Tamam dan wakilnya Raja’e, yang dinilai hanya pencitraan, mendapat tanggapan langsung dari Raja’e sendiri. Dia menegaskan program unggulan yang dilaksanakan Pemkab selama ini semata -mata untuk kebaikan Pamekasan.

“Tujuan kami dengan program tersebut adalah untuk memberikan pelayanan dan kebijakan yang pro rakyat. Kalau ada penghargaan MURI yang diberikan kepada kita, semata-mata karena kebijakan itu baru pertama dan memenuhi ketentuan diberikan reward,” terangnya.

Sekedar diketahui di bawah kepemimpinan Badrut Tamam dan Rajaa’e atau yang lebih dikenal dengan pasangan Berbaur, telah mengeluarkan berbagai kebijakan baru. Mulai dari Mall Pelayanan Publik (MPP), mobil dinas (Mobdin) di-branding batik, e-lorong, dan terbaru imbauan bupati agar aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat mengenakan batik saat lebaran.

Bahkan dari kebijakan tersebut Pamekasan sempat mendapat penghargaan dari MURI khususnya untuk program pendirian Mall Pelayanan Publik, dan Mobil Dinas branding batik. Namun ternyata masyarakat ada yang tidak sepenuhnya memahami secara bijak atas program tersebut. Sebagian masyarakat menilai program itu lebih banyak bernuansa pencitraan saja.

Raja’e sendiri menyadari bahwa kebijakan tersebut tidak sepenuhnya diapresiasi secara bijaksana oleh sebagian masyarakat. Bahkan diakuinya, ada sebagaian masyarakat yang menilai kebijakan itu tidak inovatif. Ironisnya, kata dia, ada yang menilai berbagai kebijakan yang bagus itu dianggap sebagai pencitraan dan hanya untuk memburu penghargaan saja.

Raja’e menegaskan penilaian itu tidak benar. Orang nomor dua di Pemkab Pamekasan ini menegaskan bahwa kebijakan yang dikeluarkan Pamekasan, khususnya berkenaan dengan terobosan program-program baru sama sekali bukan untuk pencitraan. Apalagi hanya sekedar untuk memburu penghargaan. Tapi semata-mata untuk memberikan yang terbaik kepada masayrakat.

“Misalkan mengenai kebijakan menggunakan batik bagi ASN di hari raya. Itu sangat berdampak positif bagi para perajin batik. Dengan kebijakan itu, sudah berapa banyak nilai perekonomian yang tumbuh berkembang di Pamekasan terutama kepada para perajin batik. Ada pergerakan perekonomian yang cukup luar biasa,” katanya.

Meski demikian Raja’e berharap usulan dan masukan untuk Pamekasan hebat tetap diharapkan oleh Pemkab Pamekasan. Semua kritik dan saran dengan sudut pandang yang utuh boleh dan akan diterima. Semua masukan itu, kata dia, akan menjadi dasar pengambilan kebijakan baru, yang tentunya tetap dalam nuansa mengutamakan kepentingan dan kebutuhan pemberdayaan masyarakat. (mas)