OJK Jatim Ajak Jasa Keuangan Berkompetisi Layani Masyarakat

SURABAYA (global-news.co.id) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim mengingatkan lembaga jasa keuangan untuk senantiasa menjaga sistem keuangan di Jatim agar tetap sehat. Kalau sistem yang telah berjalan dengan baik ini bermasalah, akan berdampak pada perekonomian Indonesia dan masyarakat.

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono (batik tegah) diapit Kepala OJK Regional 4 Jatim, Heru Cahyono (tiga dari kiri) dan anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurnia.

Kepala OJK Regional 4 Jatim, Haru Cahyono mengatakan hal itu dalam acara Halal Bihalal yang diadakan OJK R4 Jatim bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FK-LJKD) Jatim di Hotel Majapahit, Kamis (20/6). “Kompetisi boleh, yaitu kompetisi memperbaiki layanan masyarakat, jangan berkompetisi dengan cara perang bunga. Berkompetisilah yang baik demi kemakmuran masyarakat, khususnya masyarakat di Jatim,” ujar Heru yang juga Pembina FK-LJKD Jatim dalam HBH bertajuk Silaturahim Merajut Persatuan tersebut.

Dijelaskan, lembaga jasa keuangan yang terdiri perbankan konvensional dan syariah, pasar modal, dan industri keuangan non bank selama ini sudah terintegrasi, saling terkait satu dengan yang lain. Sehingga bila ada satu yang sakit akan merembet ke yang lain. “Jadi harus dijaga agar jangan ada salah satu yang sakit. Kalau tidak dijaga akan menimbulkan krisis. Jangan sampai krisis 1998 dan 2008 terulang lagi,” pesannya.

Dalam acara yang juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Heru Tjahjono, dan anggota DPR Komisi IX, Indah Kurnia tersebut, Heru juga mengingatkan lembaga keuangan untuk senantiasa mencermati perkembangan teknologi yang semakin pesat akhir-akhir ini untuk menghindari gangguan yang sistemik. Ini lantaran semuanya kini berjalan secara online.  “Sehingga bila misalnya ada satelit yang sedikit keluar orbit, ini akan memengaruhi layanan perbankan, ATM-ATM bisa bermasalah. Dan kalau ini tidak ditemukan potensi terjadi rush sistemik,” terangnya.

Heru juga meminta perusahaan jasa keuangan untuk bersama-sama memikirkan  upaya meningkatkan inklusi keuangan. Di samping lebih proaktif dalam berinovatif mengembangkan produk-produk yang bisa dijangkau atau diakses luas masyarakat, khususnya masyarakat bawah. “Karena semua warga negara punya hak yang sama untuk dapat akses keuangan dalam upaya meningkatkan taraf hidupnya. Kalau yang di sini hanya melayani kelas menengah ke atas, yang kecil-kecil bagaimana,” katanya.

Sementara Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono, mengatakan, sinergi dan kolaborasi yang kuat oleh berbagai elemen masyarakat menjadi kunci sukses dan majunya Jawa Timur. Dalam hal ini sinergitas antara Pemprov Jatim, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat.  “Kemajuan Jatim tidak hanya bergantung pada satu pihak saja, namun hanya dapat terwujud jika terdapat sinergi dan kolaborasi antara seluruh pihak yang ada di Jatim,” ujarnya.ret