Badrut Tamam Ajak Tokoh Rantau Hidupkan Investasi di Pamekasan

Badrut Tamam Menyalami Para Tokoh Rantau Pada Silaturrahmi di Pendopo Ronggosukowati.

PAMEKASAN (global-news.co.id) –Setelah sempat vacum selama beberapa tahun, Pemkab Pamekasan kini kembali menghidupkan silaturrahmi dengan tokoh rantau asal Pamekasan yang berada di berbagai daerah di Indonesia. Di bawah kepemipinan Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’e acara rutin tahunan itu digelar kembali.

Sebagaimana biasa kegiatan silaturrahmi yang digelar tiap momentum Idul Fitri itu tepatnya sehari atau dua hari pasca Idul Fitri. Pada tahun ini digelar pada Jumat (7/6/19 kemarin. Seperti tahun tahun sebelumnya kegiatan tahunan ini juga digelar di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan Wakilnya Raja’e, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkab Pamekasan. Sementara terdapat puluhan tokoh rantau asal Pamekasan yang tampak hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka para tokoh yang sukses baik sebagai pejabat atau pengusaha diberbagai daerah termasuk ibu kota negara.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancar, sukses dan penuh dengan khidmat dan keakraban. Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengaku bahwa kegiatan silaturrahmi itu merupakan momentum temu kangen antara dirinya dan para pimpinan OPD di Pemkab Pamekasan dengan para tokoh Pamekasan yang berada di perantauan.

Dia mengungkapkan bahwa Pemkab Pamekasan akan memanfaatkan pertemuan tersebut sebagai momentum untuk serap aspirasi. Karena itu dalam silaturrahmi tersebut dia memaparkan beberpa program-program pembangunan yang dijalankannya yang kemungkinan diharapkan para perantau bisa bekerjasama atau berinvestasi di kabupaten Pamekasan.

“Kabupaten ini sedang berikhtiar menjadi kabupaten yang berkemajuan. Saya pro pertumbuhan ekonomi dan pro kemakmuran untuk kesejahteraan rakyat. Karena itu kami Pemkab Pamekasan akan memberikan penjelasan peta investasi yang bisa dilakukan di Pamekasan. Seperti peta ekonomi, seperti pertanian, kelautan, dan UMK,” ungkapnya.

Dia lalu menceritakan tentang kebutuhan masyarkat Pamekasan terhadap telur ayam. Diterangkannya kebutuhan telur di kabupaten Pamekasan belum bisa mencukupi sendiri. Selama ini, kata dia, kebutuhan untuk konsumsi telur di masyarakat Pamekasan masih banyak dipenuhi dengan mendatangkan dari daerah lain.

Padahal, kata dia, sangat besar kemungkinan pemenuhan kebutuhan telur di Pamekasan dipenuhi dengan mengupayakannya sendiri melalui pengembangan budidaya ayam petelur. Apalagi, katanya, teknologi untuk pengembangan budi daya ayam petelur itu juga tidak terlalu sulit.

“Dengan pertemuan itu, diharapkan keluarga besar perantauan asal Pamekasan bisa melakukan investasi. Dengan demikian bisa mendorong upaya Pamekasan yang maju dan hebat. Bayangan saya. Usahanya berputar di Pamekasan dan yang bekerja juga orang Pamekasan. Kita akan tindak lanjuti rencana perantau yang sudah siap untuk investasi,” pungkasnya. (mas)