JRP Kembangkan Program untuk Para Startup

SURABAYA (global-news.co.id) – Pesatnya perkembangan industri rintisan teknologi yang melahirkan startup-startup baru di negeri ini menjadi perhatian sekolah kepribadian John Robert Powers. Bukan hendak ikut masuk ke bisnis tersebut, sekolah kepribadian yang dipimpin Indayati Oetomo ini menawarkan program soft skill pengembangan karakter untuk para pelaku industri startup.

“Sekarang kami sedang fokus kepada program baru, memberikan soft skill untuk para startup. Mereka ini IQ-nya bagus, idenya bagus, tapi etikanya jelek. Fighting spirit-nya rendah. Mereka bosenan, tidak punya satu kekukuhan. Nah ini yang harus diajarkan. Kalau itu kita lengkapi, maka mereka akan jadi startup yang leading market,” ujar Indayati Oetomo pada kesempatan berbuka bersama awak media, di John Robert Powers Surabaya, Selasa (21/5).

Lebih lanjut, Direktur Internasional JRP tersebut mengatakan, program “JRP for Startups” tersebut juga mengajarkan bagaimana para startup yang rata-rata berusia muda itu menghormati orang, bagaimana dia respek pada senior. “Bagaimana dia menawarkan produknya kalau tidak bisa presentasi, tidak bisa memahami kastemernya. Kalau tidak dilengkapi mental yang tangguh, sebentar saja mereka akan tepar,” tambahnya.

Pada kesempatan berbuka bersama tersebut, salah satu franchise holder JRP Indonesia ini juga mengungkap sejak April lalu telah resmi memindahkan kantor pusatnya dari Lippo Kuningan ke Menara Astra, Sudirman, Jakarta. Pemindahan kantor itu bertujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan berbagai komunitas bisnis yang ada di kawasan Sudirman dan sekitarnya, yang notabene merupakan target pasar utama JRP.

Menara Astra yang kini menjadi bangunan tertinggi di Jakarta tersebut telah menjadi ikon baru perkantoran di bilangan Segitiga Emas Jakarta. Indayati menyebut, bisa memindahkan kantor ke Menara Astra itu sebagai sesuatu yang di luar kehendaknya. Dari suka duka selama 18 tahun mengelola sekolah kepribadian yang berpusat di Amerika itu, Indayati meyakini semua itu akan indah pada waktunya. Menurut dia, kepindahan kantor yang awalnya di Sudirman (Gedung WTC) kemudian ke Kuningan, dan kembali lagi ke Sudirman (Menara Astra) itu  tidak bisa terjadi tanpa campur tangan Tuhan. Karena itulah dia ingin memotivasi semua orang untuk teruslah melekat pada Tuhan supaya kita tahu maunya Dia.

Selain kabar kepindahan kantor pusatnya, Indayati juga mengungkap dari kerja keras timnya seluruh utang-utang JRP sudah lunas sehingga per Agustus lalu sudah tak lagi memiliki utang lagi. “Saya cuma mau berpesan,  jangan pernah berhenti untuk berkarya. Tapi saat berkarya mintalah selalu  di dalam naungan Tuhan supaya kita jangan berada dalam kegelapan, tetapi selalu diterangi di manapun kita berada. Ikutlah arah bintang yang ditunjukkan Tuhan Yang Maha Kuasa,” pungkasnya.ret