Idul Fitri Pejabat dan Karyawan Dihimbau Memakai Busana Batik

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam kembali membuat gebrakan dalam mengembangkan ekonomi masyarakat, khususnya perekonomian masyarakat kecil. Kali ini menjelang Idul Fitri 1440 Hijriyah, Bupati Badrut Tamam membuat terobosan menarik terkait dengan busana lebaran.

Dia mengimbau kepada para pejabat dan karyawan dilingkungan Pemkab Pamekasan, menghadapi lebaran atau Idul Fitri 1440 hijriyah mendatang, dalam memenuhi kebutuhan busananya, agar memakai busana batik pada saat lebaran, baik yang akan digunakan pada saat melaksanakan salat Idul Fitri maupun pada saat acara silaturrahmi.
Himbauan itu tertuang dalam Surat Edaran NO : 003/167.1/432.012/2019. Surat edaran itui dikeluarkan mulai tanggal 22 Mei lalu dan dikirim ke seluruh Kepala Dinas dan instansi pemerintah dilingkungan Pemkab Pamekasan, para camat, lurah dan kades se Kabupaten Pamekasan, pimpinan BUMN dan BUMD se Pamekasan dan kepala sekoah SD, SLP hingga SLTA se Pamekasan.

“Sebagai wujud rasa syukur setelah selesai puasa Ramadan nanti, serta memberikan suasana baru saat lebaran atau idul fitri 1440 Hijriyah, dan dalam rangka menumbuhkembangkan perekonomian masyarakat khususnya bagi pengrajin dan pedagang batik di kabupaten Pamekasan, maka dengan ini dihimbau untuk memakai busana batik Pamekasan pada tanggal 1 sampai 2 Syawal 1440 H, ” demikian cuplikan bunyi surat edaran tersebut.

Himbauan untuk menggunakan busana batik tulis Pamekasan itu diberlakukan bukan pada saat melakukan ibadah salat idul fitri yakni tepatnya pada tanggal 1 Syawal, namun juga dihimbau busana batik itu dipakai pada saat hari berikutnya yakni tanggal 2 Syawal pada saat kaum muslimin melakukan silaturrahmi lebaran bersama keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Bupati Badrut Tamam pada saat memberikan sambutan dalam acara Safari Ramadan di Pendopo Kecamatan Proppo mengungkapkan bahwa himbauan agar para pejabat dan pegawai dilingkungan Pemkab Pamekasan menggunakan busana batik tujuannya adalah mengembangkan ekonomi masyarakat khususnya bagi pengrajin batik.
“Ini bagian dari langkah kami untuk menghidupkan ekonomi mulai dari pedesaan. Pada idul fitri mendatang kami himbau pejabat dan karyawan dan masyarakat umumnya juga untuk menggunakan busana batik baik pada saat salat idul fitri maupun saat silaturrhami dengan keluarga kerabat tetangga dan handai taulan,” katanya.

Dia yakin, jika himbauan itu mendapat perhatian para pejabat dan karyawan Pemkab dan bahkan jika masyarakat umum juga ikut mempedulikannya, maka akan banyak batik tulis Pamekasan yang akan laris manis jelang idul fitri ini. Dan hal itu diyakini akan membantu menaikkan pendapatan atau penghasilan bagi pengrajin batik dan pengusahanya. (mas)