Dinkes Jatim: Kelola Hipertensi dengan CERDIK

SURABAYA (global-news.co.id) – Memperingati Hari Hipertensi Sedunia, masyarakat diingatkan kembali untuk mengelola faktor pencetus hipertensi dengan CERDIK.   Pengelolaan ini penting karena yang paling bahaya dari hipertensi adalah komplikasinya yang bisa menyebabkan stroke, penyakit jantung, ginjal, bahkan mata.

Kadinkes Jatim, Kohar Hari Santoro

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Dr  dr Kohar Hari Santoso SpAn, mengatakan, di antara penyakit tidak menular (PTM) penyebab kematian, hipertensi  atau tekanan darah tinggi menempati peringkat teratas, menyusul diabetes. “Hipertensi ini mendominasi PTM. Dan dia sekaligus menjadi penyebab atau dasar dari timbulnya penyakit  tidak menular lain, seperti jantung, stroke, dan gagal ginjal,”  ujarnya, Jumat (17/5) bertepatan dengan peringatan Hari Hipertensi Sedunia.

Di Jatim, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, pada 2018 terdapat  2.005.393 kasus hipertensi yang dilayani di Puskesmas.  Dari jumlah itu 826.368 di antaranya adalah pria dan sisanya 1.179.025 adalah penderita wanita.

Angka tersebut meningkat dibanding tahun 2017 lalu yang sepanjang Januari – Desember  terdapat 589.870 kasus dengan rincian 215.781 penderita pria dan 374.089 penderita wanita.

Hipertensi sendiri  tak mengenal jenis kelamin dan bisa muncul kapan saja. Sebagian besar orang tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi. Sedikit kasus menyebutkan, hipertensi dapat membuat sakit kepala hingga muntah. Jika kondisi ini tidak terdiagnosis tepat waktu, hipertensi akan memicu risiko masalah kesehatan serius termasuk stroke dan serangan jantung.

Lebih  lanjut Kohar menjelaskan  sikap CERDIK yang dimaksud adalah C- cek kesehatan secara berkala.  Penyakit ini sebenarnya mudah dideteksi dan dapat dikontrol, syaratnya denganmelakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan tekanan darah dalam kisaran normal, 120/80 atau di bawahnya.

E – enyahkah asap rokok, R – rajin berolahraga miniman 30 menit setiap hari, D – diet yang benar  yaitu dengan mengurangi konsumsi garam, I – istirahat  secara memadai, dan K – kelola stres dengan cara selalu berpikir positif.  “Pencegahannya dari diri sendiri, yaitu dengan memperhatikan pola makan, pola hidup, dan pola pikir. Jadi tolong  ini diperhatikan supaya sehat,” tambahnya. ret