Dikunjungi Khofifah, Kondisi Fitri si Pemakan Jari Kian Membaik

SURABAYA (global-news.co.id) – Setelah 15 hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya, kondisi kejiwaan Wiji Fitriani (28), gadis pemakan jari-jari tangan sendiri asal Kabupaten Kediri semakin membaik. Di rumah sakit milik Pemprov Jatim ini Fitri mendapatkan pengobatan kejiwaan dan perawatan tulang akibat luka di jari tangan dan kakinya yang membusuk.

Gubernur Khofifah saat memeriksa bagian tangan dan lengan Wiji Fitriani setelah mendapat perawatan di RS Jiwa Menur, Selasa (7/5)

Kondisi itu berbeda jika dilihat pada saat awal masuk di RSJ Menur, yang terlihat kurang darah atau anemia.   “Dari tingkat kejiwaan, juga bisa dipastikan sudah membaik. Bahkan dia bisa berinteraksi dan diajak berbicara. Sementara untuk lukanya juga sudah berangsur membaik,” ungkap Direktur RSJ Menur dr Herlin Ferliana.

Jika memungkinkan, lanjutnya, dapat dilakukan amputasi pada tulang jari-jari tangannya yang menonjol asalkan mendapat persetujuan dari tim dokter.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa yang didampingi dr Herlin dan Kepala Dinas Sosial Jatim Sukesi, saat melihat kondisi Fitri yang dirawat di Ruang Geriatri dan Organik mengungkap rasa syukurnya karena kondisi  Fitri yang membaik secara signifikan.  “Alhamdulillah. Terima kasih semua dokter dan paramedis yang telah merawat dengan baik, “ ujarnya.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, Fitriani perlu diberikan pendampingan (after care) serta perawatan berkelanjutan. After care sangat dibutuhkan Fitriani setelah melakukan perawatan secara intensif. Sebab ia membutuhkan penanganan berkelanjutan baik pada saat mengonsumsi obat hingga menjaga psikologisnya.  “Saya sampaikan terpenting adalah after care. Harus dipantau pemberian obat, tidak boleh telat, harus bisa dipastikan bahwa ada yang memberi pendampingan. Kami ingin memastikan ada yang memantau apakah obat itu dikonsumsi atau tidak,” kata gubernur wanita pertama di Jatim tersebut.

Kepala Dinkes Jatim diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Setya Budiono MKes,  yang turut serta dalam kunjungan tersebut, mengatakan,  langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Kediri untuk menyiapkan beberapa kemungkinan yang akan dilakukan setelah Fitri selesai dirawat di RSJ Menur.

“Salah satu langkah yang paling diharapkan adalah Wiji bisa kembali kepada keluarganya, tapi kita membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat sekitar untuk memastikan bahwa pengobatan dilakukan secara teratur. Karena jika obat tidak diberikan secara teratur maka ditakutkan bisa kambuh kembali. Sehingga butuh kerjasama dari semua pihak,” pungkas dr Setya.ret