Badrut Tamam Ajak Karyawan Pemkab Pamekasan Puasa Lahir Bathin


PAMEKASAN (global-news.co.id) –Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengajak pejabat dan karyawan dilingkungan Pemkab Pamekasan untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai bulan pendidikan dan peningkatan ketaqwaan dan kesabaran. Ramadan adalah momentum memperbaiki kesalehan pribadi maupun kesalehan sosial.

Badrut Tamam mengungkapkan itu saat meminpin apel karyawan dihalaman Kantor Pemkab Pamekasan, Senin (6/5/19). Apel awal bulan ini terasa istimewa karena merupakan hari pertama bulan puasa tahun 2019. Badrut Tamam banyak memberikan tausiyah dan harapan bagi para bawahannya.

“Puasa Ramadan itu bukan hanya untuk meningkatkan kesalehan pribadi saja namun juga kesalihan sosial, yaitu kesalihan yang memiliki dampak pada lingkungan sekitar. Sebagai perwujudan dari keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT, ” jelasnya.

Karena itu dia berharap agar puasanya para karyawan dilingkungan Pemkab Pamekasan adalah puasa lahir bathin, puasa bersama antara pikiran dan hati, fisik dan psykis. Puasa yang tidak hanya ditandai dengan berpuasanya fisik, namun puasa dalam bentuk prilaku dan pikiran, dari hal hal yang dilarang Allah SWT.
Selain itu dia juga berharap sekalipun tengah menjalankan puasa, para karyawan tidak boleh lemah dalam bekerja dan melayani masyarakat. Akan tetapi diharapkan dengan puasa makin semangat meningkatkan kinerjanya. Terus meningkatkan ibadah, rajin salat berjamaah, banyak baca Al Quran dan berdo’a.

Dia lalu menyebutkan faedah puasa. Diantaranya melatih seseorang untuk meningkatkan kesabaran, terlebih bagi aparat publik dan pelayan masyarakat. Dengan kesabaran itu maka akan lahir rasa syukur terhadap kondisi apapun yang akhirnya menuntun manusia pada jalan hidup yang tenang.

“Dengan kesabaran dan kesyukuran, hal negatif apapun dari luar, pandangan orang lain, tetap tenang dan diserahkan kepada Allah. Maka dari sana kita akan memiliki ketenangan, penuh senyum dan bahagia dalam bekerja memberikan pelayanan pada masyarakat,” terangnya.

Yang penting, lanjut dia, sebagai pelayan public dia mengajak aparat untuk banyak berdoa dan meminta kepada Allah SWT agar dapat bimbingan dan petunjuk dalam menjalankan tugasnya. Sebab menjalankan tugas pelayanan di Pamekasan ternyata tak cukup hanya dengan teori.
“Saya awalnya yakin mimpin itu dengan teori begini dan perencanaan yang matang dan kepemimpinan yang baik bisa berhasil. Ternyata tidak, kesimpulannya saya amati untuk melaksanakan tugas ini dengan efektif harus meminta bantuan dan berdoa kepada Allah SWT,” jelasnya.

Terkait pemilu, dia mengucapkan terima kasih pada semua aparat dan elemen terkait yang telah membuat suasana pemilu di Pamekasan aman damai dan lancar. Dia melihat masyarakat makin dewasa dalam berdemokrasi. Karena itu perlu pererat kembali keluarga, tetangga dan hubungan kemanusiaan lainnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KPU, Bawaslu, TNI Polri dan elemen lainnya yang telah berpartisipasi sehingga pelaksanaan Pemilu aman lancar. Mari kita rajut kembali hubungan social kita bersama keluarga dan tetangga yang sempat renggang akibat beda pilihan,” ajaknya. (mas)