2019, SMKN 2 Pamekasan Jalankan Program Kawasan Ekonomi Khusus

PAMEKASAN (global-news co.id) – SMKN 2 Pamekasan terus melakukan inovasi. Mulai tahun 2019 ini sekolah kejuruan ini membuat program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Program yang diperuntukkan bagi guru dan siswa ini merupakan terobosan dengan bekerjasama dengan dunia industri dalam rangka menyongsong era industry 4.0.

Kepala SMKN 2 Pamekasan Dr Budi Sulistiyo mengatakan tujuan program ini untuk menciptakan pola pikir industry atau pola pikir kerja bagi para lulusan SMKN 2. Pembelajaran KEK dengan mendatangkan praktisi dari dunia industri dan kalangan profesional sesuai dengan jurusan yang ada di SMKN 2 Pamekasan.

Tindak lanjutnya SMKN 2 lalu mengirim siswanya ke dunia industri untuk belajar dan berkreatifitas di sana dengan magang selama tiga bulan. Momentum pengenalan pada dunia industry ini lalu dibawa dan dikembangkan ke sekolah untuk dikembangkan secara lebih serius lagi.

Wabup Pamekasan Raja’e tinjau ruang praktek Otomotif SMKN 2 Pamekasan.

Yang tak kalah menariknya adalah program ini, kata Budi Suilistiyo, juga mengangkat budaya local yaitu budaya Islami sebagai karakteristik masyarakat Madura. Para siswa harus menujukkan tentang perilaku Islami selama dalam melaksanakan tugas lapangannya di dunia industri.

Para siswa yang yang diikutkan program KEK ini saat ini untuk sementara mereka yang berada dalam jurusan otomotif. Kini program ini juga telah menjalankan kerjasama atau kemitraan dengan kalangan dunia industry di Jatim, tujuannya untuk pengembangan wawasan dan keilmuan siswa.

“Dari program ini ada berkah yakni SMKN 2 Pamekasan mendapat bantuan satu unit mobil Suzuki yang diberikan pada sebuah kegiatan ekspose di Jakarta beberapa waktu lalu. Bantuan ini hanya diberikan kepada 15 SMKN se Indonesia dari ribuan SMKN di Indonesia,” kata Budi bangga.

Budi mengaku beberapa waktu lalu program KEK ini sudah dilakukan evaluasi secara rutin. Karena itu di SMKN 2 juga telah dibentuk ‘’kelas Suzuki ’’ yaitu kelas yang secara khusus menjalankan program KEK ini.

Tiap minggu minimal ada dua orang siswa yang secara bergantian belajar di sana.

“Alhamdulillah respon anak sangat positif. Mereka benar benar merasa ada kesesuaian antara cita cita menjadi seorang teknik dengan dunia industry. Anak SMK itu memang anak lapangan, mereka akan betah dilapangan dan didunia keja,” tandasnya.

Bukan hanya siswa, kalangan orang tua juga merasa senang dan mensupport program KEK ini agar terus dijalankan secara konsisten. Para orangtua, kata Budi Sulistio, melihat program KEK ini sudah sangat cocok dengan kebutuhan anak dan harapan orang tua.

“Program ini kaitannya dengan revitalisasi SMKN yang dijalankan sejak tahun 2016 lalu. Tentu saja orang tua siswa sangat mensupport dan bangga dengan program ini. Karena anak akan memiliki danpak positif yang siap kerja. Apalagi sekarang banyak lembaga yang membuat aneka ragam program pengembangan talenta bagi kalangan millenial,” pungkasnya.(mas)