Badrut Tamam : Salat Solusi Menyelesaikan Masalah


PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengajak jajarannya menjadikan salat sebagai fondasi dalam hidup, baik dalam kapasitasnya sebagai pelayan rakyat maupun sebagai warga secara umum. Karena salat adalah ibadah yang diperintahkan langsung Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui Isra’ Mi’raj.

Itu diungkapkan Badrut Tamam saat memberi sambutan dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriyah di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Rabu (10/4/19). Acara ini dihadiri Wakil Bupati Raja’e, anggota Forkopimda, Pimpinan SKPD, pimpinan DPRD dan para pimpinan Ormas Islam.

Badrut Tamam mengungkapkan peringatan Isra’ Mi’raj merupakan momentum yang sangat penting, karena di dalamnya ada perintah salat lima waktu dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad yang juga menjadi kewajiban bagi seluruh umat Muhammad.

“Dalam salat ada pangakuan sesungguhnya salatku, hidup dan matiku hanya untuk Tuhan semesta alam. Doa atau bacaan itu menunjukkan bahwa salat adalah totalitas kepasrahaan hidup manusia bagi tuhannya. Dengan salat itu maka manusia harus patuh dan menghadapkan dan pertanggungjawabkan hidupnya hanya kepada Allah SWT,” katanya.

Salat, lanjut dia, adalah ibadah yang memunculkan etos kerja. Dengan salat pula setiap pemimpin atau pejabat akan lakukan tugasnya dengan tulus dan iklhas. Dengan salat yang baik juga dia yakin pejabat atau pelayan rakyat akan memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. Dengan solat juga maka semua perbuatan dan tugasnya manusia diniatkan untuk ibadah kepada Allah SWT.

Dia yakin dengan salat yang baik pulalah semua persoalan hidup akan bisa diselesaikan dengan baik. Karena salat merupakan nilai dasar peribadatan manusia kepada Allah SWT. Amalan yang pertama ditanyakan adalah salat dengan Allah menjamin jika salat bagus, maka akan baguslah ibadah yang lainnya.

“Saya yakin dengan salat yang bagus dan prinsip dasar agama yang difahami, maka semua masalah di daerah ini akan tuntas. Karena itu saya mengajak mari kita tingkatkan ibadah salat kita. Momentum peringatan Isra’ Mi’raj ini harus menjadi awal untuk memperbaiki total salat kita masing masing,” ajaknya.

Dia lalu mengungkapkan mengapa saat ini sekalipun makin banyak lembaga pendidikan keagamaan, namun perilaku masyarakat tetap tidak tambah baik malah makin buruk. Banyak orang yang sering marah. Islam tidak jadi ajaran yang mengajak dan mengayomi pada kebaikan, namun dijadikan untuk mengejek atas perbedaan.

“Itu semua karena banyak di antara kita yang salatnya masih belum baik dan benar. Karena itu sekali lagi mari kita semua perbaiki salat kita. Kita jadikan salat sebagai sentral roh kehidupan. Kita jadikan salat sebaga acuan kita bekerja, acuan hidup untuk mendapatkan kemuliaan hidup didunia maupun di akhirat nanti,” ajaknya. (mas)