2 Jenderal, 2 Dokter Gebrak Ling Tien Kung di WTC

Kiri-Kanan: Irwan Hariyanto, Brigjen (Pur) Amiruddin Harun, Mayjen (pur) Norman Zamale, Toni Liono, dr Indra Djaman, dr Achmad Mediana dan Sonni Tri Andalarso.

SURABAYA (global-news.co.id) – Dua jenderal, yakni Mayjen TNI Marinir (Pur) Norman Zamele dan Brigadir Jenderal TNI Marinir (Pur) Amiruddin Harun bersama dr Indra Djaman (spesialis penyakit dalam), dan dr Achmad Mediana (spesialis kandungan), keduanya dari Jakarta telah berhasil “memputihbirukan” Gedung Word Trade Center (WTC) Surabaya. Setidaknya 400 anggota Ling Tien Kung yang berasal dari Sasana WTC hingga Sasana Twin Tower melakukan latihan bersama (Latber), Jumat (26/4/2019) pagi.

Di samping itu sejumlah pengusaha seperti Teguh Kinarto, Irwan Hariyanto hingga Dirut WTC Sonni Tri Andalarso, juga sejumlah senior hadir dalam cara yang dimulai sekitar pukul 06.30. Seusai Latber, para anggota Ling Tien Kung dan simpatisan menuju Lantai 3 gedung WTC untuk mendengarkan testimoni dari dr Indra dan dr Achmad.

“Ling Tien Kung itu merupakan gerakan yang sungguh dahsyat. Kita harus berterima kasih kepada guru kita, mendiang Lao She yang dengan susah payah berhasil menciptakan ilmu Ling Tien Kung. Lao She telah membuat orang sehat. Orang sakit atas izin Allah bisa sembuh dengan tanpa alat, tanpa ragat dan obat,” katanya.

Seperti kata Lao She, katanya, dalam tubuh manusia terdapat kutup positif dan kutup negatif. Oleh karenanya harus dicas setiap saaat, yaitu dengan berlatih Ling Tien Kung setiap hari. Khususnya empet-empet dan jinjit-jinjit. Dengan Ling Tien Kung, kita akan bugar, dan akan lebih muda 10 tahun dari usia yang sebenarnya.

“Saya ini dokter, tetapi penyakit saya (terutama tulang bengkok) sembuh karena Ling Tien Kung. Karena itu, mari kita amalkan ilmu Ling Tien Kung untuk amal kita. Saya pribadi menaruh hormat kepada Pak Toni yang begitu ikhlas mensosialisasikan Ling Tien Kung. Dia pengusaha tetapi perhatiannya begitu besar pada Ling Tien Kung. Saya sangat hormat dengan rencana beliau yang akan membuka 100 sasana tahun ini,” katanya.
Dokter Achmad mengatakan, Ling Tien Kung memang luar biasa.

“Teman-teman dari sejumlah Negara meminta untuk melakukan riset soal Ling Tien Kung ini. Saya hanya khawatir, Lao She yang menciptakan Ling Tien Kung, orang asing yang melakukan penelitian. Semoga yang bisa melakukan penelitian itu anggota Ling Tien Kung sendiri,”: katanya.

Dia mengatakan, bila seorang ayah dan seorang ibu sama-sama anggota Ling Tien Kung, maka akan melahirkan bayi yang prima. Artinya sehat. Dan ini akan menurunkan kesehatan kapada tiga turunannya. “Ini salah satu pengamatan saya. Dan masih banyak lagi hal-hal yang positif bagi tubuh manusia setelah berlatih Ling Tien Kung,” katanya.

Sementara Sonni Tri Andalarso Pembina Sasana WTC Surabaya mengatakan, seluruh karyawan WTC menjadi anggota Ling Tien Kung. Di sasana ini anggotanya sekitar 150 orang. Dengan jadwal latihan setiap Rabu pagi. “Awalnya manajemen memberikan rangsangan, siapa yang berlatih 10 kali berturut-turut tanpa henti, akan mendapatkan gratis seragam. Yang berlatih 5 kali berturut-turut akan mendapat diskon 50% pembelian seragam,” katanya didampingi Ketua Sasana WTC Irwan Hariyanto.

Karena itu, Toni Liono memberikan apresiasi kepada Sasana WTC yang menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. “Anggotanya sudah mencapai 150, belum lagi nanti para karyawan tenan yang ada di WTC yang tak lama lagi akan menjadi anggota. Saya tetap berkomitmen untuk melakukan sosialisai Ling Tien Kung. Ini tugas dari Lao She kepada saya agar saya terus melakukan sosialisasi. Khususnya di kalangan pengusaha, TNI dan Polri,” kata Toni.

Toni mengatakan, dengan kehadiran 2 jenderal dan 2 dokter spesialis dari Jakarta ini diharapkan menambah keyakinan kita terhadap kehebatan Ling Tien Kung dalam penyembuhan penyakit.

“Jenderal dan dokter sudah menjadi anggota Ling Tien Kung, masak masyarakat biasa tak percaya. Karena itu, kita harus gencar melakukan sosialisasi kepada siapa pun, agar masyarakat sembuh dari penyakitnya dan menjadi sehat dan bugar,” pungkas Toni. (Erfandi Putra)