Wabup Raja’e : Atasi Bencana Perlu Tenaga Teknis yang Handal

Wabup Pamekasan Raja’e

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Wakil Bupati Pamekasan Raja’e berharap Pamekasan memiliki tenaga teknis yang handal dalam mengkaji dan menganalisa serta mengambil tindakan mengatasi pasca bencana di daerahnya. Karena itu dia menilai pelatihan atau bimbingan teknis terkait pananganan pasca benca perlu diperhatian secara serius.

Raja’e mengungkapkan hal itu pada saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk kajian kebutuhan penanganan dan tindakan pascabencana 2019, yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, di Hotel Cahaya Berlian, Senin (11/03).

“Saya minta peserta bisa mengikuti bimtek sampai selesai sehingga benar-benar mampu menerapkan apa yang nantinya dipelajari. Dengan adanya bimtek ini, kami menyambut baik, dengan harapan kita mempunyai personel-personel yang memiliki kemampuan tinggi dalam mengkaji kebutuhan pasca bencana,” ujarnya.

Personil teknis yang harus menangani persoalan pasca bencana, kata dia, merupakan personil yang harus bisa bekerja secara cermat, jeli, cepat dan bertanggungjawab. Karena tugas berat itu tidak hanya terkait dengan penanganan pasca bencana, namun juga ada kaitannya dengan upaya lain untuk menghindari dari kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Namun di sisi lain, lanjut dia, selain perlunya tenaga teknis yang profesional untuk menangani situasi pascabencana, yang juga penting untuk diperhatikan adalah perlunya dilakukan integrasi langkah maupun kebijakan antara instansi pemerintah terkait dalam menyikapi dan menangani korban kejadian pascabencana. Dengan integrasi dan kebersamaan itu, akan mempermudah dan mempercepat penanganan korban bencana.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Pamekasan Akhmalul Firdaus menjelaskan, Bimtek penyusunan kebutuhan pascabencana ini, merupakan salah satu tahapan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi. Mulai dari penilaian dan kerugian kerusakan bencana dari aspek-aspek maupun kebutuhan manusia lainnya.

“Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami mengenai konsep pengkajian kebutuhan pascabencana. Peserta nantinya diharapkan bisa mampu dalam menilai kerusakan, kerugian, gangguan akses, gangguan fungsi dan pengurangan resiko bencana,” jelasnya.

Bimtek yang digelar Badan Penanggunalangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai unsur, antara lain TNI-Polri, utusan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, para camat, Taruna Tanggap Bencana (Tagana) dari Dinas Sosial juga Tim Reaksi Cepat (TRC).

Narasumber didatangkan dari BPBD Provinsi Jawa Timur Bambang Agus Legowo, dari Mahoni Cakra Saujana Yogyakarta Rurit Haryanto. Bimtek berlangsung selama dua hari Mulai Senin hingga Selasa (11-12/3/19). (mas)