Urun Rembuk Ibrahim soal Pengembangan Pelabuhan Langsa

DR Ibrahim Hasyim SE.MM

KOTA LANGSA (global-news.co.id) – Dr Ibrahim Hasyim SE MM memberikan kontribusi pemikiran untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Aceh. Dengan wilayah laut yang begitu luas, Aceh seharusnya bisa menjadi jalur perdagangan dunia, sehingga menghidupkan perekonomian di Aceh.

Karena itu, Pelabuhan Langsa begitu penting untuk “dihidupkan” kembali.
Ibrahim yang juga Caleg DPR-RI dari Partai Nasdem, mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Aceh tindak begitu tinggi dibanding daerah lainnya. Banyak soal. Misalnya, investasi yang masih kurang, sehingga perlu dibuat bermacam-macam hal untuk mendukung pertumbuhan tadi.

Termasuk kalau nanti tumbuh ekonomi, barangnya akan dibawa kemana. Apa untuk konsumsi lokal, apa juga nasional maupun diekspor. Untuk itu diperlukan akses-akses guna mendukung pertumbuhan.

Hambatan pertumbuhan ekonomi di Aceh, yang paling utama adalah investor. Sebab kalau ekonomi rakyat sudah berjalan dan semakin besar hingga membuat pertumbuhan ekonomi yang signifikan tentu memerlukan modal.

Di Aceh sumbernya banyak. Seperti tambang sudah ada yang melakukan. Di bidang komoditi. Di bidang perikanan masih kurang.

“Lagi-lagi mungkin kalau pun ada hanya sebatas bahan mentah, padahal untuk menggiatkan ekonomi harus ada pabrik-pabrik untuk mengolahnya,” kata Ibrahim Caleg Dapil 2 Aceh dari Nasdem tersebut.

“Ada hambatan pertumbuhan di Aceh, tapi pelan-pelan saya lihat menaik. Kalau kita lihat struktur ekspor nilainya didominasi batubara yang diekspor ke Tiongkok dan India. Jadi kita harus memperluas produk-produk ekspor. Tidak ke tambang saja, tetapi juga ke Pertanian dan perikanan,” katanya lagi.

Ekspor Aceh masih rendah. Tentang ini, dia mengatakan, di dunia ini 40% aliran perdagangan melalui laut. Kedudukan Aceh ada di Selat Malaka, jalur yang paling ramai di dunia. Ini banyak sekali kemungkinan- kemungkinan buat kita untuk memanfaatkan situasi itu. Semua titik pelabuhan-pelabuhan di Aceh sebelah Timur banyak memberikan peluang untuk memanfaatkan arus perdagangan dunia. Bisa langsung lewat pelabuhan yang bisa didarati kapal besar.


Hubungan dengan Malaysia

Pelabuhan Langsa misalnya. Dulu pelabuhan tersebut sangat aktif. Karena dwikora hubungan bisnis dengan Malaysia berjalan cukup aktif. Diperparah dengan adanya regulasi nasional yang berlaku secara nasional yang tak bisa dipenuhi oleh Pelabuhan Langsa, sehingga sejak 10 tahun terakhir pelabuhan tersebut berhenti.

Dia mengatakan, yang harus dilakukan untuk menghidupkan kembali Pelabuhan Langsa ada beberapa hal. Banyak tahapan yang harus dilalui, pertama yakni regulasi itu sendiri. Regulasi yang membolehkan ekspor impor. Karena ada regulasi yang tidak membolehkan impor bahan pertanian misalkan dan mainan anak-anak dan lainnya. Demikian juga dengan ekspor. Pelaksanaan ekspor harus ada persyaratan tertentu, yang saat ini belum mampu dipenuhi.

Sebenarnya, kata Ibrahim, perikanan di Langsa itu sudah ada pasar tradisional di Malaysia, yang sudah berjalan. Dengan ada aturan untuk mengekspor harus adar pabrik pengolahan ikan, standarisasi, dll, yang belum dipenuhi, maka Pelabuhan Langsa belum bisa ekspor. Tetapi kalau hal itu diberi kelonggaran ekspor dulu sambil dibekali, Ibrahim yakin bisa hidup dengan segera, karena potensi ikan besar sekali.

Belum lagi kita bicara komoditi, kalau pelabuhan sudah hidup kita tahu sistem tol nasional. Kapal dari barat ke timur mengangkut dan menurunkan barang, palabuhan ini akan menjadi pemasok untuk sistem tol nasional.

Kalau terpilih menjadi anggota DPR-RI apa rencana atau sumbangan Ibrahim untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di Aceh? Tentang ini dia mengatakan, pertama soal regulasi. Regulasi itu akan diperjuangkan ke Kementerian terkait.

“Saya lihat peluang itu ada. Kalau itu ada kemudian dengan kerjasama dengan Pemda. Sebenarnya menghidupkan Pelabuhan Langsa ini sudah ada di Pemda. Tapi belum jalan. Untuk itu, semua stakeholder harus ikut bantu. Pemda akan ikut terlibat mempersiapkan semua kebutuhan. Operator Pelindo saya sudah bicara dengan mereka. Namanya operator kalau keekonomian menguntungkan akan dilakukan termasuk investasi,” jelasnya.

Perlu diketahui, di Pelabuhan Langsa sudah ada fasilitas-fasilitas untuk mendukung ekspor. Hanya satu dua yang perlu diperhatikan. Seperti menjamin kualitas barang dan lainnya. “Semoga ini menjadi kenyataan,” pungkasnya. (fan)

Tag: