Nganjuk Belajar Pariwisata dan Peternakan ke Pamekasan

 

GN/Masdawi
Suli Faris beri cendramata pada Wakil Ketua DPRD Nganjuk.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pemkab Pamekasan kembali jadi rujukan atau tujuan studi banding daerah lain. Senin (11/03/2019) giliran Komisi  II dan IV DPRD Kab. Nganjuk yang melakukan kunjungan studi banding ke Pamekasan. Mereka ingin belajar tentang program  pengembangan sektor peternakan dan pariwisata di Pamekasan.

Para wakil rakyat yang dipimpin oleh Ulum Basthoni, Wakil Ketua DPRD Nganjuk itu, berjumlah 20 orang. Mereka diterima Wakil Ketua DPRD Pamekasan M Suli Faris di Ruang Sidang Utama DPRD Pamekasan. Ketika menemui tamunya, Suli Faris didampingi sejumlah pimpinan komisi terkait di DPRD Pamekasan.

Karena tujuan studi banding kali ini untuk mengetahui program peternakan dan pariwisata, maka dalam penerimaan para tamu peserta studi banding itu, pihak DPRD Pamekasan mendatangkan pejabat dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan serta dari Dinas Budaya dan Pariwisata Pamekasan.

Suli Faris mengatakan DPRD Nganjuk ingin mendapatkan informasi program pengembangan bidang peternakan dan pariwisata di Pamekasan karena mengetahui Pamekasan selama beberapa tahun terakhir ini memiliki prestasi tingkat nasional dari program bidang peternakan.

“Kita dua kali mendapat penghargaan nasional sebagai daerah yang memiliki prestasi dalam menciptakan inovasi dan kreatifitas dalam pembangunan dan pelayanan publik. Prestasi itu semuanya diraih oleh dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan bidang pengembangan peternakan sapi. Yaitu program inseminasi buatan ‘Satu Saka’ (Satu Tahun Satu Kelahiran) dan program ‘Sigap Sratus’”, ungkapnya.

Sementara tujuan studi banding yang kedua yakni soal program pengembangan kepariwisataan di Pamekasan. DPRD Nganjuk ingin mempelajari tentang bagaimana tata cara pengembangan  pariwisata yang aman dan mendapat dukungan dari masyarakat, tidak muncul gejolak dan diterima oleh semua elemen masyarakat.

“Mereka tahu Pamekasan dan Nganjuk ada kesamaan sosial budaya masyarakatnya. Mereka ingin mengetahui metode komunikasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat, agar pelaksanaan pembangunan sektor pariwisata berjalan lancar diterima oleh semua eleman masyakat,” ungkap Suli.

Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pamekasan, Khalifaturrahman, mengatakan Pamekasan kini terus melakukan pembenahan dalam program pengembangan wisatanya. Di antaranya menggagas paket wisata Madura yang telah disepakati bersama semua Bupati di Madura.

Terkait soal komunikasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat, Khalifaturrahman mengaku membutuhkan pola komunikasi yang bijak. Karena itu destinasi wisata yang dikembangkan di Pamekasan nanti, selain menampilkan wisata umum juga ada destinasi wisata edukasi dan wisata religi yang sesuai dan berguna untuk pengembangan kesadaran dan penambahan wawasan keagamaan masyarakat. (mas/*)