Luhut Minta Jangan Buang Sampah Plastik ke Laut

Herman Halim saat menyambut kedatangan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

SURABAYA (GN): Pengusaha di Jatim harus “menjaga” limbah plastik. Limbah tersebut jangan dibuang ke laut. Tak hanya pengusaha, seluruh lapisan masyarakat diminta untuk tidak membuang sampah khususnya plastik ke laut. Pasalnya, hal tersebut akan membuat rusak ekosistem laut dan tentunya akan berdampak pada generasi mendatang.

Hal itu dikatakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan dalam acara Talkshow dengan tema “Tantangan Ekonomi Indonesia dan Strategi Lima Tahun Ke Depan” di Hotel Whydam, Surabaya, Sabtu (30/3/2019).

“Sekali lagi saya minta anggota masyarakat, khususnya pengusaha jangan membuang limbah plastik ke Laut,” katanya.

Dalam acara tersebut Luhut menjadi pemateri utama dengan moderator Kresnayana Yahya, Pakar Statistik Indonesia.

Menurut Luhu‎t, jika tidak ditanggulangi, sampah plastik yang tersebar di laut akan merusak ekosistem. Pasalnya, ikan-ikan akan memakan mikro plastik di laut. Bahayanya, ikan yang memakan mikro plastik tersebut akan dikonsumsi masyarakat. Tentunya itu akan berefek jangka panjang bagi kesehatan generasi masa depan.

Nanti plastik akan menjadi plankton dan dimakan ikan terjadi kontaminasi, terjadi keracunan pada ikan itu, kalau dimakan ibu-ibu bisa memengaruhi keturunan atau genetik. Kita tidak ingin generasi akan datang mengalami kerusakan genetik.

AS-China

Pada bagian lain Luhut mengatakan, rivalitas Amerika Serikat (AS) dengan China belakangan ini sudah pasti berdampak kepada ekonomi global. Indonesia berada di posisi mana?

“Saya tegaskan Indonesia berada di tengah-tengah. Indonesia tidak memihak siapa-siapa. Indonesia Negara besar, tidak boleh disetir siapapun dalam menjaga NKRI,” katanya.

Luhur mengatakan, di sektor kelautan pemerintah terus menerus melakukan kebaikan untuk sebuah kemajuan. Secara umum pada lima tahun ke depan, pemerintah juga akan melakukan perbaikan, khususnya di sektor ekonomi, seperti investasi terus didorong percepatannya, Mendorong Ekspor. Mengendalikan impor. Pengembangan infrastrutur hingga pemerataan ekonomi. “Sudah pasti pemerintah bekerja keras untuk kemajuan di segala bidang,” katanya.

Sementara Kresnayana Yahya dalam pengantarnya mengatakan, perekonomian di Jatim cukup tinggi. Pertumbuhan ekonomi selalu di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Dengan penduduk sekitar 40 juta, Jatim di sektor ini cukup menjanjikan. Di sektor perikanan, Malang Selatan potensinya luar biasa. Hanya saja, dirinya berharap agar 5 tahun ke depan pembangunan infrastruktur di kawasan itu semakin terlihat, sehingga akan mendongkrak perekonomian Jatim.

Sementara itu Nur Cahyudi, Ketua Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur mengatakan, pembangunan infrastruktur oleh pemerintah banyak manfaatnya bagi pengusaha, khususnya dalam kelancaran transportasi untuk mendukung industri. Nur juga mengatakan, Forkas Jatim beranggotakan 41 asosiasi yang mempunyai ribuan pabrik dengan tenaga kerja kisaran 5 juta tenaga kerja. (Erfandi Putra)