Dubes RRT, dari Cheng Hoo hingga Bertemu Pengusaha

Kiri-Kanan: Bambang Sujanto, dr Edhy Listiyo, Gu Jingqi, Alim Markus, Dubes Xiao Qian dan Bintoro Tanjung di Hotel Shangri-La Surabaya.

SURABAYA (global-news.co.id) – Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Xiao Qian dalam kunjungan kerjanya ke Jawa Timur (Jatim) mengunjungi sejumlah tempat. Dari keagamaan, pendidikan hingga bertemu dengan kalangan pengusaha.

Minggu (10/3/2019) malam, rombongan Dubes mengunjungi Masjid Cheng Hoo Surabaya. Senin (11/3/2019) siang berkunjung ke ITS Surabaya, dan malam harinya bertemu dengan Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tionghoa Cabang Jatim.

Dalam kunjungan ke Masjid Cheng Hoo Surabaya, Dubes yang didampingi Konjen RRT untuk Surabaya Gu Jingqi beserta rombongan disambut oleh H.M.Y. Bambang Sujanto, penggagas dan pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya. Bambang didamping Ketua PITI Jatim H. Haryanto Satryo beserta jajarannya, dan Ketua Umum Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) H.A. Nurawi beserta jajarannya.

Bambang Sujanto setelah mengadakan pertemuan, menemani sang Dubes untuk meninjau masjid. Bambang dengan seksama menerangkan pembangunan masjid hingga kegiatan masjid dari keagamaan, sosial hingga pembauran.

“Saya terkesan sekali dengan Masjid Cheng Hoo ini. Ini baik sekali. Dengan adanya masjid ini selain bisa membaurkan semua elemen Islam, juga saya harapkan dapat memainkan peranan penting dalam segi sosial. Khususnya dalam membantu sesama,” kata Dubes.

Bambang Sujanto (dua dari kiri berpeci putih) memberikan penjelasan kepada Dubes Xiao Qian di Masjid Cheng Hoo, Minggu (10/3/2019) malam.

Kunjungi ITS

Sementara itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian beserta jajarannya, Senin (11/3/2019). Kunjungan ini bertujuan untuk semakin memperkuat kerjasama yang selama ini sudah terjalin antara kedua pihak, yakni ITS dengan partner sejumlah universitas di Tiongkok.

Pada kesempatan ini, rombongan Dubes Tiongkok ini diterima oleh Wakil Rektor IV ITS Bidang Inovasi, Kerja Sama, Kealumnian, dan Hubungan Internasional, Prof Dr Ketut Buda Artana ST MSc dan Rektor ITS terpilih periode 2019-2024, Prof Dr Ir Mochamad Ashari M Eng, yang mewakili Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD yang berhalangan hadir.

Dikatakan Ketut, atas dasar hubungan baik antara ITS dengan Tiongkok selama ini, telah terjalin pula berbagai kerjasama dengan universitas-universitas di Tiongkok. Kerjasama yang telah dijalin tersebut antara lain meliputi penelitian, pertukaran pelajar, hingga staff mobility.

Di depan duta besar dan jajarannya, Ketut memaparkan, terdapat 39 mahasiswa asal Tiongkok yang saat ini berpartisipasi di program singkat yang diselenggarakan oleh ITS tahun ini.

Jika dijumlahkan dari tahun ke tahun, total ada ratusan mahasiswa hingga saat ini. “Sebaliknya, tidak kurang dari 400 mahasiswa ITS juga telah berangkat ke Tiongkok untuk belajar,” ungkapnya.

Sementara itu, Dubes Xiao Qian mengatakan, kunjungan ini adalah untuk mempererat hubungan Tiongkok dengan universitas-universitas di Indonesia. Menurutnya, Indonesia adalah tetangga yang baik bagi Tiongkok. “Sehingga, komunikasi antar para pemimpinnya juga terjaga tetap baik,” ujarnya.

Ia menuturkan, ITS adalah universitas yang bereputasi bagus di Indonesia. Karenanya, kerjasama lebih lanjut di berbagai sektor akan mungkin digalakkan ke depannya. “Namun tetap pendidikan adalah yang paling penting bagi kami dan ITS,” katanya.


Bertemu Pengusaha

Bertempat di Hotel Shangri-La Surabaya, Senin (11/3/2019) malam, Dubes RRT mengadakan pertemuan dengan Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tionghoa Cabang Jatim yang diorganisir oleh Perkumpulan Fuqing Jawa Timur. Sejumlah pengusaha dan sejumlah pimpinan organisasi dan undangan lainnya hadir dalam acara tersebut.

Alim Markus, Ketua Fuqing Dunia dalam sambutannya mengatakan selamat datang kepada Dubes.

“Hubungan Jatim dengan Tiongkok dari tahun ke tahun terus meningkat pesat. Terutama dalam hal perdagangan antara keduanya. Dan hubungan ini sudah barang tentu akan lebih ditingkatkan dalam tahun-tahun mendatang.

Alim Markus yang juga Presdir Maspion Group itu tak henti-hentinya meminta kepada para pengusaha Tionghoa untuk memberikan sumbangsih kepada Negara Indonesia.

“Indonesia terdiri beberapa agama, suku hingga bahasa. Mari kita jaga keberagaman ini untuk tegaknya NKRI,” pungkasnya. (H. Erfandi Putra)