Dispora Gelar Fasilitasi Layanan Relawan Anti-Narkoba

Pembukaan Workshop Relawan Kader Anti Narkoba.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Dinas Pemuda dan Olah raga (Dispora) Pamekasan Kamis (28/3/19) menggelar Workshop Fasiltasi Layanan Relawan Anti Narkoba. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Pertemuan Gedung PKPRI Pamekasan, diikuti oleh 80 peserta dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dispora Pamekasan Ir Mohammad MM.

Tujuan kegiatan ini untuk membentuk kalangan pemuda Pamekasan yang memiliki akhlakul karimah dan memiliki mental anti narkoba. Pemateri yang dihadirkan berasal dari Satnarkoba Polres Pamekasan, dokter Narkoba dari Lapas Narkotika Pamekasan dan pengamat sosial dan tokoh agama Ali Wafa Subqi.

Peserta kegiatan ini berasal dari kalangan oranisasi mahasiswa ekstra kampus diantaranya HMI dan lainnya. Lalu organisasi pemuda yang bergerak dalam pencegahan narkoba antara lain Badan Anti Narkoba (Banar), Gerakan Anti Narkoba Nasional (Ganas), Karang Taruna, sejumlah LSM dan Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP).

Kepala Dispora Pamekasan Ir Mohammad mengatakan acara ini digelar rutin tiap tahun. Hanya dalam bentuk materi dan format pelaksanaan kegiatan yang berbeda. Pada tahun lalu misalnya digelar dalam bentuk sosialisasi pencegahan bahaya narkoba bagi kalangan pemuda dan remaja dan masyarakat secara umum.

Mohammad menegaskan masalah bahaya narkoba bagi kalangan remaja khususnya kini tengah menjadi perhatian serius negara. Karena itu negara atau pemerintah sampai membuat badan khusus untuk menangani bahaya narkoba ini bagi warganya.

“Narkoba merupakan penyakit dan musuh berbahaya bagi bangsa ini. Dibentuknya Badan Narkotika Nasional menjadi indicator bahwa masalah bahaya narkoba merupakan hal serius bagi bangsa ini. Sama dengan seriusnya atas berbagai persoalan negara lainya seperti bencana alam dan lain sebangainya,” kata Mohammad.

Karena itu dia berpesan kepada para relawan anti narkoba yang menjadi peserta dari acara workshop agar mereka benar benar menjadi kader atau pemuda yang tangguh untuk bisa membantu mencegah pemuda lainnya terhindar dari bahaya narkoba.

Dia menambahkan pemuda atau remaja atau siapa saja yang jadi pecandu narkoba merupakan orang yang lemah, tidak punya kepercayaan diri untuk mengatasi persoalannya dengan pikiran tenang dan mandiri. Karena itu dia meminta pada para kader anti narkoba harus kuat dan tangguh mentalnya.

“Pecandu narkoba itu orang yang lemah, tidak tangguh dan tidak percaya diri. Jika ada masalah mereka lari ke narkoba, padahal pemuda harus kuat. Seharusnya masalah yang dihadapinya dengan jiwa kesatria mandiri jangan lari ke narkoba. Lari ke narkoba bukan penyelesaian masalah malah nambah masalah,” tandasnya.

Usai workshop fasilitasi layanan relawan anti narkoba, dilanjutkan dengan pembentukan Forum Kader Pemuda Anti Narkoba mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan. Mereka ini akan bertugas membantu pemerintah dalam mensosialisasikan program anti narkoba dan sekaligus sosialisasi pencegahabn bahaya narkoba. (mas)