Dinkes Jatim Berantas TBC dengan TOSS

Kadinkes Jatim, dr Kohar Hari Santoso SpAn

SURABAYA (global-news.co.id) – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim) terus berupaya dalam mencegah dan memberantas penyakit tuberkulosis (TBC). Salah satunya adalah dengan gerakan TOSS (Temukan TBC Obati Sampai Sembuh).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Dinkes Jatim), Dr dr Kohar Hari Santoso  SpAn,  mengatakan, kampanye dan gerakan TOSS yang gencar membuat angka penyakit TBC di Jatim turun ke peringkat dua.

Penyakit TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan kuman mycobacterium tuberculosis. Kuman tuberculosis paling sering menyerang organ tubuh paru-paru, tetapi bisa juga menyerang organ tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening, tulang, otak, dan kulit.

Gejala utama penyakit TBC adalah batuk terus menerus selama 2 minggu lebih. Gejala lain di antaranya demam meriang berkepanjangan, sesak nafas dan nyeri dada, berat badan menurun, kadang dahak bercampur darah, nafsu makan menurun, dan berkeringat di malam hari meskipun tidak sedang melakukan aktivitas. “Jika mengalami gejala tersebut, segera periksa ke puskesmas terdekat.” terangnya

Tuberkulosis dapat diketahui melalui pemeriksaan dahak dengan menggunakan mesin Tes Cepat Molekuler (TCM).  “Beberapa Puskesmas dan RS yang tersebar di seluruh kab/kota di Jawa Timur sudah memilliki fasilitas TCM. Semua pengobatannya gratis,” lanjut Kohar.

Penularan TBC terjadi melalui udara dari percikan dahak pasien TBC yang batuk tanpa menutup mulut. “Untuk mencegah penularan, saya berharap para penderita TBC jika batuk hendaknya menerapkan etika batuk dan jangan meludah sembarangan. Selain itu bagi masyarakat hendaknya menjaga kebersihan rumah, ventilasi udara yang cukup, sinar matahari bisa masuk ke dalam rumah agar rumah tidak lembab, sehingga kuman TBC tidak bisa berkembang,” ujarnya.

Penyakit TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan jika melakukan pengobatan secara benar dan tuntas. Obat TBC disediakan gratis oleh Pemerintah, dapat diperoleh di Puskesmas maupun fasilitas layanan kesehatan lainnya yang ditunjuk oleh Pemerintah.

Hari (TBC) Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret setiap tahunnya. Peringatan Hari Tuberkulosis pada tahun ini mengangkat tema “Saatnya Indonesia Bebas TBC, mulai dari Saya.”  Makna dari tema Hari TBC pada tahun ini adalah mengingatkan kembali kepada seluruh pihak, inilah saatnya kita berbuat lebih untuk mencapai eliminasi TBC baik nasional maupun global pada tahun 2030. Setiap individu dapat berkontribusi secara aktif dalam pencegahan dan penanggulangan TBC dengan melakukan gerakan TOSS TBC.ret