Wabup Raja’e : Agama, Ideologi dan Budaya Jadi Perekat Bangsa

Raja’e saat sambutan pada Talk Show Budaya IAIN Madura.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Wakil Bupati Pamekasan Raja’e mengajak masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama warga menjelang pelaksanaan Pemilu 17 April mendatang. Persatuan antar sesama warga dan umat harus tetap dijaga dengan baik, karena hal itu akan menjadi fondasi menjaga kutuhan bangsa.

Raja’e mengatakan hal itu saat memberi sambutan dalam acara Talk Show Kebudayaan yang digelar oleh Teater Fataria IAIN Madura Sabtu ( 23/2/19) malam, di Kampus IAIN Madura Jalan Trunojoyo Km 4 Pamekasan. Dalam acara ini panitia mendatangkan dua pembicara budayawan nasional kuturunan Madura D Zawawi Imron dan Sujiwo Tejo.

Raja’e mengatakan pesta demokrasi di Indonesia selalu menimbulkan polemic dikalangan masyarakat. Perbedaan pilihan menjadi faktor utama munculnya polemic itu. Jika masalah tersebut tidak disikapi secara dewasa dan penuh dengan kearifan, maka hal itu bisa membuat persatuan pecah.

“Karena itu saya mengajak masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama warga menjelang maupun sesudah pelakasanaan Pemilu 17 April mendatang. Apapaun dinamikanya persatuan antar sesama warga dan umat harus tetap dijaga dengan baik,” tandasnya.

Jika persatuan terpecah, tambah Raja’e, negara akan sulit berkembang. Sebagai bangsa yang memiliki banyak keragaman persatuan itu harus tetap dipelihara. Ratusan bahasa dan budaya dan ribuan pulau tersebar di negeri ini tetap harus bisa dirajut demi persatuan dalam kebhinnekaan. Kondisi ini harus tetap dijaga jangan sampai goyah.

Dari hasil amatannya dia mengungkapkan ada tigal hal penting yang selama ini bisa menyatukan masyarakat Indonesia, meskipun bangsa Indonesia memiliki banyak perbedaan dalam suku, ras serta bahasa. Tiga hal penting itu antara lain keyakinan beragama yang menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan sehari hari.

“Keyakinan beragama yang dimiliki masyarakat Indonesia telah menuntun masyarakat Indonesia menyadari dan menghayati tentang arti dan pentingnya perbedaan. Sehingga bagi masyarakat yang beriman, perbedaan dihayati sebagai anugrah Tuhan yang harus dihormati dan dijaga untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis,” katanya.

Yang kedua, lanjut dia, yaitu ideologi kebangsaan yakni Pancasila yang berhasil menjadi perekat dan pemersatu banyak elemen bangsa Indonesia. Pancasila, kata dia, telah menjadi cuan dan pedoman dalam berinteraksi social dan dalam kehibupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh warga Indonesia.

Sedangkan faktor yang ketiga adalah kebudayaan. Kebudayaan menjadi penyebab masyarakat bersatau dalam merajut persatuan dan pesaudaraan. Semua ini, kata Raja’e, penting untuk dirawat agar perselisihan diantara sesama warga dapat dihindari. Dia beharap persatuan tetap terjaga meski berbeda pilihan.

“Kebudayaan yang beragam tetap bisa bertahan karena persatuan dalam bhinnneka tunggal ika kita jaga dengan baijk. Kita selaku generasi penerus perjuangan bangsa harus tetap kukuh menanamkan budaya yang menyatukan itu,” pungkasnya. (mas)