Mencari Panduan Sehat lewat Ludah

Seorang terapis tengah mengaplikasikan salah satu treatment Gloskin Hollywood Face & Body Sculpting

SURABAYA (global-news.co.id) – Selama ini ludah atau air liur kerap diidentikan sebagai cairan yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan makanan. Selain itu juga bermanfaat untuk membersihkan dan melindungi mulut, mencegah kerusakan gigi dan gusi, serta mencegah mulut kering. Tak banyak yang tahu kalau ludah (saliva) juga bisa dimanfaatkan sebagai sampel untuk treatment nutrigen yang akan mengecek 45 marker gen di dalam tubuh untuk mengetahui 7 panel hidup yang lebih sehat dan efektif.

Menurut dr Nanang Masrani  Dipl American Academy of Aesthetic Medicine, pemeriksaan gen yang mengunakan air ludah ini akan memberikan pada panduan mereka yang ingin mengetahui lebih detail tentang tubuhnya.  Selain itu juga untuk mengetahui  tindakan yang dilakukan selanjutnya terkait keluhannya agar tepat sasaran . Semisal dietnya sebaiknya yang bagaimana atau olahraganya. “Dengan begitu tindakan yang sudah dijalani tidak mubazir. Kan banyak orang melakukan treatment, semisal membatasi  makanan favoritnya dan konsisten terus berolahraga,  tapi tidak memberikan hasil yang maksimal,” kata Direktur sekaligus founder Gloskin Aesthetic Clinic ini tentang teknologi Gloskin DNA.

Rekomendasi kesehatan yang didapat melalui pemeriksaan gen ini sifatnya lebih personal karena setiap orang pada dasarnya tidak sama satu dengan yang lainnya.  Ketujuh panel hidup yang bisa diketahui dari pengecekan 45 marker gen tersebut meliputi kesehatan jantung, metabolisme tubuh, pengaturan berat badan, batasan asupan makanan, aktivitas fisik, pola makan dan risiko penyakitnya.

Diakui, diet dan olahraga yang teratur adalah cara terbaik yang harus dilakukan jika menginginkan lekuk tubuh yang indah. Dengan treatment yang didasarkan pada gen-nya ini, seseorang bisa tahu apa yang harus dilakukan untuk tubuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemeriksaan secara genetik ini juga bisa diaplikasikan pada kesehatan kulit. Pemeriksaan Skin-gen  akan menganalisa 13 gen yang berasosiasi dengan skin aging yang terbagi dalam 6 parameter, yaitu  sistem antioksidan, pigmentasi, sistem inflamasi, regenerasi kolagen, penuaan, regenerasi sel kulit.

Lewat treatment Skin-gen ini akan ketahuan orang yang misalnya regenerasi kolagennya lambat. “Dengan begitu bisa diketahui treatment apa yang harus dilakukan untuk perawatan kulitnya,” ujar Nanang didampingi dr Gabriella Bonia Abriani saat mengenalkan Gloskin Hollywood Face & Body Sculpting, Sabtu (9/2).

Dijelaskan sampel ludah untuk tes DNA ini nantinya akan dikirim ke Kanada dan hasilnya akan diketahui kurang lebih 3 minggu berikutnya.  “Tes ini cukup dilakukan sekali seumur hidup,” tandasnya.ret