Bupati Pamekasan: Pers Harus Bisa Bangkitkan Optimisme Masyarakat

Badrut Tamam

PAMEKASAN (global-news.co.id) –Menyambut momentum Hari Pers Nasional tahun ini, Pemkab Pamekasan memiliki harapan agar pers atau media benar-benar bisa menjadai institusi yang mengedukasi masyarakat. Pers juga diharapkan bisa menjadi lembaga control yang efektif serta bersifat netral dan tidak menjadi alat kepentingan kelompok tertentu saja.

Raja’ie

Dengan kondisi pers yang ideal seperti itu, diharapkan akan menggiring pemerintah daerah bisa melakukan pembenahan diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Lembaga pers yang netral dan kritis tanpa ditunggangi kepentingan yang tidak baik akan berkontribusi besar memperbaiki pejalanan pemerintah di daerah.

Itulah petikan kesimpulan pandangan Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan waklinya Raja’ie dalam menyambnut HPN tahun 2019 ini. ”Atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan, saya ucapkan selamat Hari Pers Nasional, semoga lembaga pers makin kuat dewasa dan berkontribusi maksimal bagi pembangunan,” kata Badrut Tamam.

Badrut Tamam mengatakan, pers harus menyajikan informasi yang mengedukasi masyarakat. Yaitu menyajikan informasi yang benar dan akurat dan bisa menciptakan semangat optimisme untuk berkemajuan. Pers juga harus menjadi perekat tali kebersamaan, kedamaian dalam kehidupan berbangsa.

Menjadi institusi yang membangkitkan semangat optimisme artinya pers harus menyajikan fakta dan dinamika secara objektif yang ada di masyarakat. Pers juga harus mampu memberantas penyakitnya sendiri yakni ikut melawan hoaks dan menyajikan informasi yang menyatukan bangsa. Pers perlu menciptakan optimisme kita dalam berbangsa dan bernegara.

“Hubungan pemerintah dengan teman-teman pers sudah sangat konstruktif. Hubungan simbiosis mutualistic ini harus terus dijaga dan dikuatkan untuk mengedukasi rakyat. Kalau itu semua bisa berjalan sesuai dengan yang kita harapkan, maka akan besar sekali sumbangsih pers itu bagi pembangunan, ” tandasnya.

Sementara itu Wabup Raja’ie mengatakan, pada HPN 2019 pers diharapkan menjadi lebih baik. Pers milik public yang menyampaikan informasi mengenai kepentingan public. Bukan kepentingan kelompok atau golongan tertentu yang kurang baik. Media di Pamekasan menjadi milik masyarakat dan seluruh umat.

Raja’ie mengatakan, pers harus netral dan tidak berpihak atau menjadi alat kepentingan golongan tertentu. Pers harus betul-betul menjadi milik bersama yang konsisten menjadi alat control serta memberikan kritik konstruktif.

“Dengan kondisi pers yang ideal maka pemerintah akan berbenah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya. (mas)