Ulama, Habaib dan Pimpinan Ormas Islam Dukung Penutupan Karaoke di Pamekasan

Silaturrahmi Bupati bersama Habib, Ulama pimpinan Ormas Islam.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Para ulama, habaib, masyayikh dan pimpinan Ormas Islam mendukung langkah Bupati Pamekasan Badrut Tamam menutup tempat hiburan karaoke di wilayahnya. Pernyataan dukungan itu disampaikan usai bersilaturrahmi dengan Bupati Pamekasan di Ruang Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati Pamekasan, Rabu (9/1/19) tadi malam.

Saat menerima para tamunya Badrut Tamam didampingi Wakilnya Raja’ie. Sementara para tamu yang hadir antara lain pimpinan Ormas Islam dari NU, Al Irsyad, Persis, Muhammadiyah, FPI, Aliansi Ulama Madura (Auma), habaib, dan ulama pengasuh pondok pesantren antara lain KH Ali Karar Sinhaji, KH Jazuli, KH Fudhali M Ruham dan lainnya.
KH Fudhali M Ruham juru bicara para ulama mengungkapkan langkah Bupati menutup karaoke sesuai dengan ajaran Islam. Lebih dari itu penutupan itu secara teknis sudah melalui proses panjang dan prosedural, melalui berbagai pertemuan dan musyawarah antara pemerintah daerah, ulama dan para pengusaha pemilik karaoke.

“Beberapa kali para ualama bersama pengusaha dan Pemkab bertemu membahas soal itu. Dan puncaknya mereka berjanji akan menutup sendiri usaha karaokenya, sebelum Perda atau ketentuan yang baru tentang hiburan diputuskan yang kini tengah diproses. Tetapi ternyata mereka buka lagi,” katanya.

Dalam pertemuan silaturrahami dengan Bupati, setelah melakukan berbagai dialog singkat, para ulama, habaib, masyayikh dan pimpinan Ormas Islam kemudian bersama -sama membacakan hasil kesepakatan yang mereka buat, di hadapan Bupati Pamekasan dan Wakilnya kalangan media yang meliput acara silaturrahmi tersebut.

Ada tiga poin penting pernyataan sikap para ulama, antara lain, pertama : Mendukung langkah Bupati mentup tempat karaoke. Yang kedua menghimbau masyarakat dan aparat untuk juga mendukung keputusan bupati tersebut. Dan yang ketiga meminta kepada para pengusaha dan pemilik karaoke untuk mematuhi keputusan bupati tersebut.

Terkait dengan dampak social penutupan karaoke, KH Fudhali Ruham menegaskan bahwa Bupati Badrut Tamam telah menyatakan kesanggupannya untuk membantu mencari penyelesaiannya, misalnya, untuk mengatasi mantan karyawan karaoke yang nganggur akibat tidak bekerja lagi.

“Soal dampak sosial bagi mantan karyawan, Pemkab siap mencarikan jalan keluar, bupati mengaku kini tengah mencari solusi. Karena tugas Pemkab untuk mencarikan jalan keluar atas permasalahan rakyat. Pemkab nanti akan data jumlah mereka berapa dan Pemkab nanti akan jelaskan ke publik langkah yang akan dilakukannya,” katanya.

Bupati Badrut Tamam berterima kasih atas dukungan para ulama dan habaib tersebut. Dia menegaskan bahwa diriya akan terus memita dukungan dan bimbingan ulama dalam melaksanakan tugasnya.

“Kami ingin terus dapat bimbingan ulama agar bisa bekerja baik, bersih dan tidak korupsi, kami akan tetap jaga hubungan baik kami,” tandasnya. (mas)