Tiga Tahun Puasa, 2018 Pamekasan Kembali Raih Adipura

Bupati Badrut Tamam menerima Adipura dari Wapres Jusuf Kalla.

PAMEKASAN (global-news co.id) – Setelah puasa selama tiga tahun tidak meraih penghargaan Adipura, yakni tahun 2015, 2016 dan 20 17, pada tahun 2018 Pemkab Pamekasan kembali meraih penghargaan bergensi bidang lingkungan hidup itu. Penghargaan diterima oleh Bupati Pamekasan Badrut Tamam dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (14/1/19) kemarin.

“Alhamdulillah kita pada tahun 2018 berhasil kembali raih Adipura, setelah tiga tahun puasa. Di tahun 2014 kami terakhir raih penghargaan Adipura. Dan lalu dalam kurun waktu tiga tahun dari tahun 2015, 2016 dan 2017 kami tidak lagi meraihnya. Alhamdulillah tahun 2018 kemabali kami meraihnya dan penghargan itu telah diterima Bapak Bupati dari Wakil Presiden RI, “ kata Amin Jabir, Kepala DLH Pamekasan.

Jabir menjelaskan kegagalan meraih Adipura selama tiga tahun berturut- turut disebabkan adanya perubahan sistem penilaian Adipura selama tahun 2015 hingga tahun 2017, yakni adanya perbaikan penilain terkait tata kelola tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah, sebagaimana diatur dalam Undang Undang Nomor 18 tahun 2008 tetang tata kelola TPA.

Selama tahun 2015 hingga tahun 2017 itulah, kata Jabir, Pamekasan belum memiliki TPA yang sesuai dengamn aturan dalam undang- undang tata kelola TPA itu. Akibatnya dalam tiga tahun ini Pamekasan tidak bisa meraih Adipura. Atas kendala itu Pemkab Pamekasan terus berupaya keras untuk menyelesaikannya.

“Kendala itu kami atasi setelah masa periode tahun 2016-2017 setelah Pemkab Pamekasan mendapatkan bantuan panataan TPA dari Kementerian PUPR. Setelah fasilitas dibangun dan pada tahun 2017 lalu diresmikan, Pemkab kini sudah bisa memenuhi syarat lagi untuk meraih penghargaan dan alhamdulillah tahun ini kembali kami bisa meraih Adipura,” ungkap Jabir.

Dia menjelaskan ada dukungan 52 indikator dari 13 komponen sehingga Pamekasan bisa mengakhiri puasa Adipura selama tiga tahun. Mulai dari kelompok masyarakat RT/RW, pasar, rumah sakit, sekolah, jalan, jembatan, sungai dan lain-lain. Dengan ikhtiar yang maksimal, kata Jabir, akhirnya bisa berhasil meraih kembali Adipura ini di tahun 2018.

Dia berharap dengan prestasi ini semua komponen di Pamekasan ikut terlibat masuk dalam sinergi menjaga kesehatan lingkungan. Mempertahankan penghargaan Adipura, kata Jabir, sulit akan bisa tercapai tanpa sinergisitas yang berkesinambungan antara elemen terkait.

“Ada sekitar 17 OPD yang terlibat secara langsung dalam sinergi meraih Adipura ini. Adipura bukan hanya dilakukan DLH tetapi menyangkut beberapa OPD dilingkungan Pemkab Pamekasan. Mulai Cipta Karya,PU PR, Dinkes, UMKM, Pengairan hingga Satpol PP,” pungkasnya. (mas)