YHMCHI-PITI Inventarisir Kebutuhan Korban Kebakaran Kapasan


SURABAYA (global-news.co.id) –
Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) dan PITI Jatim, Kamis (13/12/2018), mengunjungi lokasi kebakaran yang terjadi di Kapasan Surabaya, Sabtu (8/12/2018 lalu. Kunjungan tersebut dimaksudkan agar pihaknya mengetahui kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh para korban kebakaran.

“Kami, YHMCHI dan PITI Jatim ingin mengetahui langsung keberadaan mereka. Terpenting lagi, agar kita dapat mengetahui persis persoalan yang sebenarnya di lapangan, sehingga dapat memudahkan dalam menyalurkan bantuan,” kata H.A. Nurawi, Ketua Umum YHMCHI di sela-sela mengunjungi lokasi kebakaran Kapasan, siang tadi.

Turut mendampingi, Ustad Hasan Basri (Ketua Pelaksana Harian YHMCHI), H.A. Djoko Widjaja dan Bapak Budiman Wahyudi. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Lurah Kapasan, Jaelani.

“Secara umum, kami membutuhkan bantuan di sektor perangkat kerasnya. Yakni bagaimana, masyarakat yang rumahnya terbakar tersebut dapat dihuni kembali. Kalau masalah makanan hingga pakaian saya rasa tak ada kekurangan. Sekarang bagaimana mereka itu dapat kembali ke rumah masing-masing. Ini sudah barang tentu perlu pembangunan lagi rumah yang terbakar ,” kata Jaelani.

Sementara itu, sesepuh PITI Jatim dan pendiri Masjid Cheng Hoo Surabaya, H.M.Y. Bambang Sujanto mengatakan, kita harus bergerak cepat untuk membantu mereka. “Mungkin langkah utama, bagi mereka yang ada di penampungan, untuk sementara dikontrakkan rumah, sambil menunggu langkah selanjutnya,” kata Bambang.

Jaelani mengatakan, sekarang tidak semua korban kebakaran berada di penampungan (di kantor kelurahan). Dari 18 rumah yang terbakar dengan 28 Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak kebakaran, kini di penampungan tinggal 14 KK. “Sejumlah korban ada yang ikut familinya. Para korban ini ingin sekali agar rumahnya yang terbakar dapat secepatnya dibangun kembali,” kata Lurah.

Doni Jung (66) salah seorang korban yang sekaligus saksi kebakaran itu mengatakan, dirinya langsung terkejut ketika istrinya berteriak ada kebakaran di depan rumahnya. Seketika, dia menggugah para tetangga untuk memadamkan api pertama kali terjadi yang tepat di depan rumah Doni Jung (Jl. Kapasan Dalam II). Setelah itu, warga bahu membahu memadamkan kebakaran, tetapi hanya dengan menggunakan tangan, api dengan cepat menjalar ke mana-mana.

Sementara itu, kebakaran rumah di Jl. Kapasan Dalam I dan II Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Surabaya, Sabtu, (8/12/2018) dini hari, menjadi yang terbesar sepanjang 2018. Kabid Operasional PMK, Bambang Vistiadi membenarkan hal ini, karena menurut penelusuran di lokasi, warga membenarkan api merambat begitu cepat.

Beberapa fakta kebakaran 18 rumah di Jalan Kapasan Dalam I dan II Surabaya: antara lain warga terlambat menghubungi 112. Saat kejadian kebakaran, warga terlambat menghungi telepon darurat 112 sehingga petugas pemadam kebakaran (damkar) datang beberapa menit setelah terjadi kebakaran, dan beberapa rumah sudah habis terbakar. Keterlambatan ini, karena warga saat itu panik dan mencoba memadamkan api secara gotong royong.
Dalam waktu 2 menit saja, 6 rumah terbakar, selanjutnya menjalar ke rumah lainnya. Penyebaran api saat kebakaran di kawasan Kapasan itu cukup cepat.

Menurut Bambang Vistiadi, dari keterangan warga api merambat cepat melahap 6 rumah, dalam waktu 2 menit saja. Saat PMK datang, rumah ke 7 baru saja tersulut api yang merambat dari kabel listrik.

Di samping itu, kabel listrik dan material rumah memicu cepatnya kebakaran. Bambang menjelaskan lokasi kebakaran mayoritas dipenuhi bangunan tua yang banyak menggunakan material kayu. Hal ini menyebabkan api cepat menyebar dan menghabiskan rumah dalam waktu singkat apalagi desain pemukiman rapat.

“Anginnya juga cukup kencang, faktor radiasi panas dan jilatan api juga berpengaruh termasuk perambatan lewat kabel listrik. Sementara kabel listrik di sana semrawut sekali,” jelasnya.

Semrawutnya kabel PJU juga menyebabkan tidak dimungkinkannya penggunaan Bronto Skyloft 104 meter, untuk menyiram objek kebakaran dari atas bangunan.

Bambang Vistiadi mengaku kebakaran di Jalan Kapasan dalam I dan II menjadi salah satu kebakaran terbesar sepanjang tahun 2018, selain kebakaran di gudang mainan di Margomulyo Indah. Menjadi kebakaran terbesar karena Bambang mengaku, biasanya sepadat apapun lokasi kebakaran, damkar biasanya masih bisa meminimalisir penyebaran kebakaran.

“Biarpun gang sempit, biasanya kita bisa meminimalisir paling 2 atau 3 rumah,” ungkapnya. (Erfandi Putra)