Badrut Tamam Janji Aman, Mudah dan  Gratiskan Izin Investasi di Pamekasan

GN/Masdawi
Badrut Tamam saat rakor investasi.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan, Selasa (11/12/18) menggelar Rapat Koordinasi Investasi bersama pengusaha. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Odaita Jalan Raya Sumenep Pamekasan dan dibuka oleh Bupati Badrut Tamam.

Para pengusaha yang diundang hadir dalam acara tersebut sekitar 120 orang berasal dari aneka ragam jenis usaha. Mereka berasal dari Madura, Surabaya dan daerah lainnya di Jatim. Juga ada peserta yang berasal dari Jogjakarta, Bandung hingga Jakarta.

Kepala DPMPTSP Agus Mulyadi mengemukakan tujuan dilaksanakannya rakor investasi itu adalah untuk memberikan informasi secara detil kepada kalangan para pengusaha tentang kemudahan dan prospek penanaman investasi di Pamekasan.

“Selain Bapak Bupati, kami mengundang kalangan organisasi pengusaha, MUI, Polres dan PLN untuk menjadi pemateri dalam kegiatan rakor ini dengan tujuan agar para peserta rakor bisa memahami secara menyeluruh tentang prospek berinvestasi di Pamekasan,” terang Agus.

Sementara itu, Bupati Badrut Tamam menegaskan, pihaknya akan menjamain keamanan, kemudahan dan kenyamanan berinvestasi di Pamekasan. Karena itu dia meminta agar para pengusaha tidak takut dan ragu.

“Terus terang kami minta bapak bapak untuk menanamkan modal dan uangnya di Pamekasan. Saya jamin aman dan akan mempermudah untuk pengurusan perizinan dan akan kami lakukan secara gratis pula,” terangnya diikuti tepuk tangan peserta rakor.

Bupati mengaku sejak dilantik menjadi pemimpin Pamekasan dirinya telah menerima kiriman ribuan pesan WA dari kalangan pencari kerja di Pamekasan. Pesan yang disampaikan mereka berupa permintaan bantuann kepada dirinya untuk dicarikan pekerjaan.

“Terus terang ada sekitar 2.000-an WA yang saya terima dan itu tetap kami simpan rapi. WA itu berasal dari generasi muda pencari kerja yang secara tulus meminta pada saya jalan keluarnya. Kalau ingat masalah ini saya sedih dan prihatin sekali,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya merumuskan berbagai terobosan untuk mencarikan solusi dalam masalah ketenagakerjaan ini, di antaranya adalah program menciptakan 10 ribu pengusaha baru selama 5 tahun kepemimpinannya. Program itu akan dilaksanakan secara bertahap selama lima tahun.

“RPJMD kita pro pertumbuhan kemakmuran kesejahteraan dan profesionalisme agar bisa bersaing dengan kabupaten maju lainnya. Pemerintah tak bisa bangun sendiri, bapak juga tak bisa kerja sendiri, kita perlu kerjasama,  sama semangatnya dorong kemakmuran. Karena itu tak ada alasan untuk persulit investasi,” tandasnya. (mas/*)