Badrut Tamam : Atasi Kemiskinan Perlu Langkah Strategis

Badrut Tamam

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Badrut Tamam menegaskan untuk mengatasi masalah kemiskinan di daerahnya tidak menggunakan teknik reaksi cepat, melainkan menggunakan reaksi strategis. Alasannya masalah kemiskinan membutuhkan kecermatan dan kematangan dalam menanganinya.

“Bukan unit reaksi cepat, tapi unit reaksi strategis,” tandasnya pada wartawan usai menghadiri sidang Paripurna DPRD Pamekasan penetapan RAPBD tahun 2019 menjadi APBD, di gedung DPRD Pamekasan Pamekasan, Kamis kemarin.

Dikatakannya, hal itu agar bisa efektif. Langkah strategis yang dimaksudkan itu antara lain masalah tahapan, pemetaan persoalan dan perencanaan serta pembuatan program yang akan dilakukannya.

Terkait masalah tahapan, lanjutnya, bisa dilakukan mulai dari hulu ke hilir. Lalu tentang program bisa melalui berbagai bentuk program strategis yang bisa mengangkat dan memberdayakan ekonomi masyarakat. Masyarakat, kata dia, tidak baik jika dijejali dengana bantuan uang atau dana. Akan tetapi lebih tepat jika dalam bentuk program pemberdayaan.

“Orang miskin itu tidak baik kalau diberi uang saja, itu tidak cocok. Yang harus kita lakukan adalah dibimbing bagaimana mereka bisa berusaha dan berikhtiar agar mereka bisa bergerak dan dengan begitu maka ekonominya akan bangkit degan sendirinya,” jelasnya.

Beberapa langkah strategis yang sering diungkapkan ke public terkait dengan pengentasan kemiskinan, kata Badrut Tamam, adalah program pembentukan 10 ribu penguasaha baru yang akan direalisasikan secara bertahap selama lima tahun. Pembentukan ribuan pengusaha itu dibangkitkan dari desa sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa.

Termasuk di antara program pemberdayaan ini adalah menetapkan agar tiap super market, toko modern dan pusat pembelanjaan di Pamekasan diwajibkan menyediakan minimal 25 persen dari barang dagangnnya produk-produk unggulan hasil produksi rakyat atau usaha kecil menengah yang ada di Pamekasan.

Semantara itu pada saat sidang penetapn APBD tahun 2019 Badrut Tamam mengungkapkan bahwa Indek Pembangunan Manusia (IPM) Pamekasan masih tergolong rendah jika dibandingkan dari lainnya di Jawa Timur, yakni berada dalam urutan ke 6 dari bawah dari seluruh daerah tingkat II di Jawa Timur.

Menghadapi kondisi itu, dia bertekad untuk benar-benar serius membuat program kerja yang bagus strategis dan terencana sehingga membuahkan hasil maksimal untuk perubahan Pamekasan. Dia juga mengakui dari data yang dimilikinya jumlah orang miskin di Pamekasan masih cukup besar yakni mencapai 135 ribu orang. (mas)