Pertama Kali 40 Politeknik se-Indonesia Gelar Bursa Kerja Terpadu

 

SURABAYA (global-news.co.id))–Pertama kalinya 40 politeknik se-Indonesia menyelenggarakan bursa kerja terpadu, (30-31/10). Bursa kerja yang digelar di auditorium pascasarjana PENS tersebut diadakan dalam rangka menjembatani dunia industri dengan lulusan politeknik dengan berbagai kompetensi keahlian.

Secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Kelembagaan IPTEKDIKTI, Patdono Suwignjo, bursa diikuti oleh 27 perusahaan di antaranya PT. Krakatau Daya Listrik, PT. Adaro Energy, PT. Epson Indonesia, PT. Mayora Indah, dan PT. Cargill.

Pada hari pertama pelaksanaan bursa kerja, jumlah pengunjung hampir menyentuh angka seribu. Mereka yang berkunjung dapat melamar pekerjaan langsung di tempat ataupun secara online. Beberapa perusahaan juga difasilitasi untuk mengadakan serangkaian tes perekrutan di kampus PENS.

Direktur PENS, Dr. Zainal Arief, mengungkapkan agenda ini baru pertama kalinya dilaksanakan. “Biasanya masing-masing politeknik mengadakan bursa kerja sendiri. Termasuk PENS yang sudah beberapa kali menyelenggarakan. Namun baru tahun ini 40 politeknik bersinergi untuk terwujudnya acara ini,” ujar Zainal.

Agenda bursa kerja terpadu ini juga dibarengi dengan penandatanganan memorandum of agreement (MoU) oleh 40 politeknik dengan Universitas Chung Cheong Korea. MoU mencakup kerjasama di bidang teknik, kesehatan, pariwisata, dan pertanian, yang relevan dengan program studi politeknik di Indonesia.

PENS sendiri juga menandatangani memorandum of agreement (MoU) dengan Universitas Chung Cheong Korea. Penandatanganan dilakukan di ruang pertemuan gedung pascasarjana. MoU juga ditandatangani oleh perwakilan 40 politeknik negeri yang hadir.

Kerjasama yang ditawarkan Universitas Chung Cheong adalah dalam bidang teknik, kesehatan, pariwisata, dan pertanian. Program-program tersebut relevan dengan program studi yang dimiliki oleh politeknik-politeknik di Indonesia. “Bentuk kerjasama berupa studi lanjut untuk dosen dan mahasiswa, serta program jangka pendek, yaitu pertukaran pelajar,” jelas Dr. Zainal. Selain itu terdapat beberapa poin lainnya dalam MoU, di antaranya kerjasama dalam riset dan pengembangan kurikulum.

“Setelah penandatanganan MoU, kami akan mengadakan forum kembali untuk membahas pelaksanaan program-program kerjasama yang rencananya akan berjalan pada awal tahun 2019,” pungkas Zainal. (hum)