Fokus Tugas Bupati, Badrut Tamam Ngaku Tak Terlibat dalam Pilpres

PAMEKASAN (global-news.co.id) –Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengaku tidak terlibat dalam tim kampanye pasangan Capres-Cawapres Jokowi – Ma’ruf Amin pada Pilpres mendatang. Dia menegaskan bahwa dirinya ingin fokus melaksanakan tugasnya sebagai bupati dan bekerja mengurus pembangunan di Pamekasan.

Badrut Tamam menegaskan hal itu kepada wartawan usai menghadiri sidang paripurna DPRD Pamekasan memperingati Hari Jadi Pamekasan ke 488 di Ruang Sidang Utama DPRD Pamekasan, Senin (5/11/18).

|”Enggak, saya mau focus mengurus pembangunan Pamekasan,” tandasnya.
Badrut Tamam juga mengaku selama ini belum mendapat permintaan atau dihubungi oleh pihak DPP PKB sebagai partai yang juga mengusung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, maupun oleh tim nasional kampanye pasangan Jokowi-Ma’ruf Amien, untuk masuk dalam jajaran anggota tim kampanye nasional.

Sekedar diketahui bahwa belakangan ini telah banyak beredar berita baik yang termuat di media cetak, elektronik maupun media social yang menyebutkan Badrut Tamam masuk atau menjadi tim sukses pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, bahkan tak tanggung- tanggung dia disebut menjadi sekretaris tim kampanye nasional Jokowi Ma’ruf Amin untuk Jawa Timur bersama Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar sebagai ketua.

Sikap Badrut Tamam memilih focus bekerja sebagai Bupati ini mendapat apresiasi positif dari kalangan pengamat. Dahlan Achmad Syarif seorang pengamat politik Pamekasan mengatakan pilihan Badrut Tamam tidak masuk dalam tim kampanye nasional pasangan Jokowi Ma’ruf Amin merupakan pilihan cerdas.

“Saya kira itu pilihan yang tepat dari beliau. Sebab sebagai bupati baru yang masih harus melakukan penyesuaian diri dengan aneka ragam, corak dan dinamika persoalan masyarakat serta tuntutan pembangunan yang makin majemuk, maka memutuskan dirinya untuk tidak terlibat dalam Pilpres dan serius mengurus tugasnya adalah pilihan yang cerdas,” katanya.

Proses penyesuaian diri dengan tuntutanan tugasnya sebagai bupati dan dinamika masyarakat, dinamika politik dan ekonomi, kata Syarif, membutuhkan keseriusan dan kesabaran. Sebab dalam dinamika itu banyak tuntutan yang berbeda antara komunitas masyarakat yang satu dengan yang lainnya, yang harus disikapi dengan hati hati dan cermat.

“Tak terhitung lagi, misalnya, adanya pihak pihak lawan politiknya yang mungkin saja tidak suka akan kepemimpinannya, yang mencari celah untuk menemukan kelemahan dan kekurangannya. Kalau itu terjadi maka akan jadi amunisi untuk menyerang kepemimpinannya. Sementara di awal kepeminpinannya seharus dia perlu tenang jernih dan konsentrasi atas pekerjaannya,” jelasnya. (mas)