Film Livi Zheng, Sutradara Asal Blitar, Tayang di Amerika dan Disambut Meriah

LOS ANGELES (global-news.co.id) – Untuk pertama kalinya, film layar lebar, “Bali: Beats of Paradise”, karya Livi Zheng, yang bertemakan gamelan Bali, diputar di Academy of Motion Picture Arts and Sciences, Samuel Goldwyn Theater, Beverly Hills, Amerika Serikat Rabu (7/11/2018) kemarin.

Pemutaran perdana “Bali:Beats of Paradise” dihadiri tokoh-tokoh industri film, edukator dan juga diplomat dari berbagai negara. Salah satu dari seribuan penonton yang memenuhi gedung tersebut adalah Paul Briggs, Director Disney Animation. Usai menonton, dalam Twitternya, Paul menyatakan, ia sangat menikmati tayangan film dokumenter Bali karya Livi Zheng itu.

Gene Block, Rektor University of California-Los Angeles, salah satu universitas negeri terbaik di AS, juga hadir dalam pemutaran perdana karya sineas yang filmnya “Brush with Danger”, masuk dalam seleksi nominasi Oscar pada 2015. Selain kalangan perfilman AS, hadir pula sejumlah Konsul Jenderal (Konjen) dari berbagai negara, di antaranya Marco Cuba Marino Konjen Bolivia, Stephen Lorete Konjen Kenya, Devrin Jack Konjen Malaysia,Tanee Sangrat Konjen Thailand dan Aung-Soe Win, Konjen Myanmar. Secara khusus, Konjen RI di Los Angeles, Simon Soekarno dan istrinya Evi Soekarno bukan hanya hadir tetapi juga mendukung penuh film karya anak bangsa tersebut.

Acara pemutaran perdana “Bali: Beats of Paradise” dibuka sebelumnya dengan alunan gamelan Bali dan double neck gitar yang dimainkan Balawan, gitaris asal Bali. Acara dilanjutkan dengan tari barong dan tari kecak, sebuah seni tradisional terkenal asal Bali.

“Film Crazy Rich Asians membuat Singapura disorot dunia, kami berharap, film Bali: Beats of Paradise juga akan membuat Indonesia menjadi sorotan dunia,” ujar Julia Gouw, diaspora asal Indonesia yang tinggal di Los Angeles dan dikenal sebagai bankir. Julia berkesempatan juga membuka acara pemutaran perdana film “Bali: Beats of Paradise” tersebut.

Di samping Julia Gouw, Dubes RI untuk Korsel, Umar Hadi yang juga Executive Producer film tersebut juga hadir. Umar Hadi yang pernah menjabat sebagai Konjen RI di LA, terbang dari Seoul, Korsel, untuk menghadiri acara itu. Bersama Livi dan Julia, Umar juga diundang untuk bersama-sama menjadi dosen tamu di California Institute of the Arts, sekolah yang didirikan oleh Walt Disney, Kamis kemarin (8/11).

Bagi sebagian publik Amerika, seni budaya gamelan bukan hal yang baru. Pasalnya, sejumlah film produksi Hollywood, seperti film “Avatar” karya James Cameron, TV seri “Star Trek” dan animasi berjudul “Akira” semuanya menggunakan musik gamelan sebagai latar film.

“Sebenarnya, seni gamelan sudah banyak dipakai dalam karya sineas di dunia internasional. Namun, sayang banyak yang belum tahu bahwa alunan pentatonis yang khas tersebut berasal dari suara gamelan asal Indonesia,” ungkap Livi Zheng yang selalu memperkenalkan kebudayaan Indonesia di mana pun ia berada.

Perjalanan Nyoman Wenten

Terkait film “Bali: Beats of Paradise” itu sendiri, mengisahkan perjalanan hidup Nyoman Wenten, seniman gamelan yang tinggal di Los Angeles. Wenten dikenal juga sebagai pengajar etnomusikologi di UCLA dan Herb Alpert School of Music, serta CalArts School of Music. Film itu juga mengupas persinggungan Wenten dengan gamelan sejak kecil di Bali, yang membawanya melanglang buana.

Nyoman Wenten kemudian bekerjasama juga dengan musisi Judith Hill yang sebelumnya kontestan The Voice dan pemenang Grammy-Award. Bersama Judith Hill, Nyoman Wenten menggabungkan gamelan dan tari Bali dengan musik funk dalam musik “Queen of the Hill”.

“Bali: Beats of Paradise” akan mulai diputar bioskop-bioskop Amerika mulai 16 November mendatang.

Sebagi diaspora Indonesia, Livi juga akan menerima penghargaan sebagai Duta Kebudayaan atas karyanya “Bali: Beats of Paradise” dalam acara Unforgetable Gala yang berlangsung pada 8 Desember 2018. Bersama dengan Jon M. Chu sutradara “Crazy Rich Asians”, John Cho, pemeran dalan film “Searching”, dan Sandra Oh, aktris ternama yang dikenal melalui Grey’s Anatomy, Livi akan menerima penghargaan tersebut. Unforgetable Gala sejauh in adalah acara penghargaan tertua di Amerika yang diberikan untuk tokoh-tokoh Asia. (Gatot Susanto)