Di Hadapan Khofifah, Forkas Jatim ‘Minta’ Business Solution Centre

SURABAYA (global-news.co.id) – Setidaknya 75 pengusaha Jatim yang “membawa” asosiasi masing-masing, Senin (18/11/2018) siang, bertemu Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa dalam acara yang dikemas dengan tema “Forkas Marajut Kasih Membangun Asa”. Setidaknya 32 ketua asosiasi hadir dalam acara yang diprakarsai Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jatim itu. Khofifah pun mengapresiasi acara tersebut.

Nur Cahyudi, Ketua Forkas Jatim di hadapan Khofifah mengatakan, pihaknya berterima kasih yang tak terhingga atas kehadiran gubernur Jatim terpilih tersebut. Kali ini, katanya, para pengusaha tidak hanya berbicara masalah bisnis, tetapi “berbicara” masalah pendidikan dan UKM.

“Saya laporkan bahwa kami menerima cukup banyak bantuan dari pengusaha, yang selanjutnya akan disebarkan ke masing-masing lokasi sesuai kebutuhan,” katanya.

Bantuan untuk pendidikan yakni, 1.500 bangku untuk anak SD dan PAUD. Sepatu sekolah sebanyak 1.000, dan 3.000 buah alat tulis. Di sektor UKM, Forkas Jatim telah menerima bantuan mesin poles dan lainnya, 40 mesin jahit highspeed untuk produksi sepatu, juga ada mesin untuk mebel rotan.

“Barang-barang ini akan kami serahkan kepada yang membutuhkan,” kata Nur.

Pada kesempatan tersebut, Nur Cahyudi berharap kepada gubernur terpilih agar nantinya di Jatim dibentuk business solution centre. Kedua, adanya perlindungan investasi. Mengapa? Karena keduanya sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jatim.

Khofifah mengatakan, terima kasih kepada pengusaha di Jatim yang telah memberikan masukan. Dalam hal CSR, katanya, perlunya pendampingan agar CSR tersebut tepat sasaran.

“Saya melihat apa yang dilakukan oleh PT Widaya Inti Plasma sangat bagus. Selain menyerahkan mesin jahit, anak-anak difabel mengerjakan produknya (penjahitan sepatu) secara kontinuitas. Cara seperti ini yang harus kita dukung,” katanya.

“Ini luar biasa, Forkas memberikan perhatian yang luar biasa kepada difabel. Ini patut diapresiasi. Kita memang harus bahu membahu. Seperti, bagaimana kita bisa membantu Kabupaten Sampang, yang nomer satu dalam hal tingkat kemiskinannya,” kata Khofifah.

Sementara itu, H.A. Nurawi, Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) yang juga pimpinan PT Widaya Inti Plasma mengatakan, pihaknya sejak 3 tahun lalu membuka sentra-sentra produksi sepatu yang diproduksinya (khususnya merk Trekkers), di Kecamatan Omben, Sampang.

“Hingga saat ini sudah terdapat sekitar 300 pekerja yang kebanyakan ibu-ibu dan kaum wanita, dan tak menutup kemungkinan para pekerja tersebut akan bertambah,”: kata H.A. Nurawi yang juga Ketua Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia (YHMCHI) itu.

Setelah acara usai, dilanjutkan dengan pertemuan khusus dengan pengusaha. Salah seorang peserta mengatakan, pertemuan tertutup itu pada intinya, Ibu Khofifah minta masukan untuk kemajuan Jatim. (Erfandi Putra)