Cahaya untuk Masyarakat di 105 Tahun FK Unair

Alumni FK Unair 1962, dr Soejono SKM, dr Lestari Basuki SpKJ (K), dan Prof dr Moersintowarti B.N. SpA (K) MSc menyerahkan (APE) dan alat deteksi dini tumbuh kembang anak kepada Bunda PAUD Bina Insani, Indah Huriah.

SURABAYA (global-news.co.id)– Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November, para alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang menjadi rangkaian kegiatan Dies Natalis ke 105. Kegiatan pengabdian masyarakat dalam acara dies bertajuk “105 Cahaya di Langit Surabaya” itu dilakukan alumni dari angkatan 1960-2012 serentak di 439 titik di Surabaya.

Prof Dr dr Budi Santoso SpOG (K) selaku Ketua Panitia Dies Natalis ke-105 FK Unair mengungkap, tingginya antusiasme alumni menyebabkan bakti sosial yang rencananya diadakan di 105 titik berkembang jadi 439 titik. “Diharapkan kegiatan di setiap titik ini bisa menjadi cahaya dan berkat bagi masyarakat Surabaya,” ujarnya pada pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat, Sabtu (10/11).

Pada acara yang juga dihadiri rektor Unair periode 1984-1993 dan mantan dutabesar RI untuk Prancis, Prof Dr dr  Soedarso Djojonegoro AIF sertamantan Direktur RSUD dr Soetomo Prof dr Dikman Angsar SpOG (K) –angkatan 1960– tersebut para alumni secara bersama-sama membacakan ikrar pengmas yang diikuti penandatanganan oleh wakil dari setiap angkatan.

Dekan FK Unair, Prof Dr dr Soetojo SpU (K) menyebut, hingga kini Unair telah mencetak 13 ribu dokter dan ini merupakan alumni terbesar kedua di Indonesia setelah FK Universitas Indonesia. “Dengan jumlah yang banyak, kita punya andil besar untuk masyarakat di Indonesia. Kita punya andil besar untuk menyehatkan dan membuat masyarakat cerdas,” jelasnya.

Bakti sosial pengabdian masyarakat kali ini terdiri dari kegiatan yang berbeda-beda setiap angkatan. Pada titik pertama, angkatan 1962 melakukan bakti sosial di PAUD binaan RSUD dr Soetomo. Sebagai partisipan paling sepuh, mereka masih bersemangat turun ke masyarakat. Selain memberikan penyuluhan, tim yang terdiri dr Soejono SKM, dr Lestari Basuki SpKJ (K), dan Prof dr Moersintowarti B.N. SpA (K) MSc  juga menyerahkan Alat Permainan Edukatif (APE) dan alat deteksi dini tumbuh kembang anak.

Sementara alumni angkatan 1979 menggelar tiga kegiatan sekaligus, 2 di Klinik Piso Medika di kawasan Jl Kenjeran dan memberikan pendidikan pada para dokter cilik di Puskesmas Jemursari. Di klinik Piso (dari kata pitu songo/79) yang mereka kelola itu mereka mengadakan sunatan massal, menggelar mini simposium bertajuk Menyiapkan Generasi Masa Depan.

Penting dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Basic Life Support dalam penanganan pertama henti jantung mendorong insiatif alumni untuk mengadakan pelatihan bagi orang awam. Angkatan 1974 memberi kesempatan kepada 150 kru ambulans 112 Dinkes Surabaya untuk mengikuti pelatihan BLS di RS Universitas Airlangga. Sementara angkatan 1987 memberikan penyuluhan tentang cara melakukan CPR dan menggunakan AED sebagai alat bantu yang tersedia di banyak tempat umum seperti stasiun. Panitia berharap dengan adanya penyuluhan pada penumpang kereta di ruang tunggu stasiun ini, awareness dan pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama pada orang-orang yang terkena serangan jantung di tempat umum dapat meningkat.

Ketua Ikatan Alumni FK UNAIR, Dr dr  Pujo Hartono SpOG(K) berharap semua yang telah dilakukan dapat menjadi teladan bagi anak-anak didik. “Dan semangat Airlangga ‘Excellence with Morality’ tetap menjadi landasan untuk selalu mengabdikan diri pada bangsa dan Negara,” paparnya.

Acara Dies Natalis FK Unair telah berlangsung sejak Jumat yang diisi dengan seminar dengan topik bahasan Jaminan Kesehatan Nasional. Acara Reunienacht sekaligus dan peluncuran aplikasi “Dokter” IKA yang digelar Sabtu malam menghadirkan juga penyanyi Ari Lasso. Sedang hari terakhir diisi kegiatan defile tiap angkatan yang diadakan pada Minggu pagi.ret

Para alumni FK Unair dari angkatan 1962 hingga 2012 bersiap melaksanakan pengabdian masyarakat di 439 titik di Surabaya.