Bupati Dukung Pengusaha Malaysia Kembangkan Kopi dan Susu Onta di Pamekasan

Badrut Tamam foto bersama pengusaha Kuala Lumpur.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Tiga orang pengusaha asal Kuala Lumpur Malaysia, Kamis kemarin, bertemu Bupati Pamekasan Badrut Tamam. Mereka ingin mengembangkan sejumlah bidang usaha di kota Gerbang Salam ini.

Mereka diterima di ruang peringgitan Rumah Dinas Bupati Pamekasan.
Tiga orang pengusaha negeri Jiran itu datang ke Pamekasan ditemani oleh sejumlah tokoh asal Pamekasan yang sudah lama membuka usaha di Malaysia. Mereka mengantarkan pengusaha asal Malaysia itu menemui Bupati Badrut Tamam. Ketika menerima tamunya Bupati didampingi Wakilnya Raja’ie.

Syafiuddin salah seorang pengusaha asal Kuala Lumpur mengatakan kedatangannya menemui bupati Pamekasan untuk kulo nuwun mempekenalkan diri dan menyampaikan keinginan untuk menanamkan investasi dalam sejumlah bidang usaha, diantaranya kopi, susu kambing dan susu onta dan kemudian usaha bidang oli atau pelumas kendaraan bermotor.

“Latar belakang kami membuka perniagaan disini karena kami melihat penduduknya padat. Ini bisa meningkatkan usaha kami dan bisa produksi dengan jumlah yang banyak dan biaya murah dan kita jual murah juga. Yang pasti kami masih cadangkan atau penjajakan ini,” katanya, saat ditemui Global News usai diterima Bupati Badrut Tamam.

Penjajakan usaha ini, kata Syafiudin, di Indonesia baru pertama dilakukan di Pamekasan ini. Langkah ini dilakukan karena berawal dari kenalan dan pertemanan dirinya dengan warga Pamekasan yang membuka usaha di Malaysia. Dari komunikasi itulah lalu kemudian terbersit keinginan untuk pegembangan usahanya di Pamekasan.

Bagaimana tanggapan Bupati? Syafiudin menegaskan Bupati Badrut Tamam sangat positif menanggapi keinginanya. Badrut Tamam berjanji akan membantu sesuai dengan kewenangannya yang bisa dilakukan. Misalnya akan mempermudah dan memperlancar pengurusan perijinan dan lain sebagainya.

“Kami berterima kasih atas respon positif Bupati. Beliau janji akan bantu sesuai kewenangannya permudah perijinan dan lainnya. Semoga saja akan bisa terlaksana nanti, ini untuk kepentingan masyarakat Pamekasan dan usaha kami juga,” jelasnya.

Lantas bagaimana model pengembangan usahanya nanti ? Syafiudin menegaskan bahwa pihaknya akan membawa bahan mentah dari Malaysia. Lalu diolah dan dikemas di Pamekasan dan kamudian dipasarkan, bukan hanya untuk masyarakat Pamekasan saja tapi juga daerah lainnya di Indonesia.

“Misalnya kopi kami bawa dari Malaysia, jika usaha berjalan bagus bisa kembangkan kita tanam disini dan lainya. Termasuk juga susu kambing dan onta, kami bawa dari Malaysia lalu diolah dan dikemas disini. Bahkan kita jual juga produksinya ke daerah lain atau kalau perlu dipasarkan ke negara lain,” ungkapnya.

Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Pamekasan dan Madura, kata Syafiudin, usaha ini juga untuk pengembangan usaha guna membuka lapangan kerja bagi warga Pamekasan. “Semua ini kita masih canangkan, semoga akan berjalan dan lancar terus,” pungkasnya. (mas)