Bupati Akan Beri Honor Bagi Pemuda dan Mahasiswa Penulis

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Ada program menarik dari Bupati Pamekasan Badrut Tamam bagi kalangan pemuda dan mahasiswa di wilayahnya. Dalam rangka membangkitkan atmosfir intelektual bagi pemuda dan mahasiswa, dia akan memberikan honor bagi pemuda dan mahasiswa yang memiliki tulisan atau article ilmiah yang dimuat di media massa.

“Saya ini pernah hidup dari menulis. Saya ingin ciptakan atmosfir intelektual bagi pemuda dan mahasiswa, bagi mereka yang bisa menulis di media massa. Nanti akan kami verifikasi dan yang bagus akan diberi honor oleh kita dari Pemkab,” katanya.

Badrut Tamam mengungkapkan hal itu kepada wartawan usai menjadi inspektur upacara pada peringatan hari Pahlawan Nasional, di lapangan Nagara Bhakti depan Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Sabtu (10/11/18) kemarin.

Selain pemberian honor bagi penulis artikel di media, Badrut Tamam juga merencanakan memberikan beasiswa bagi kalangan pemuda dan santri yang berprestasi, beasiswa bagi santri dan santriwati penghafal Al Quran. Itu semua dilakukan agar para pemuda dan mahasiswa memiliki semangat dan persaingan yang bagus untuk mematangkan dirinya.

Membangkitkan intelektualitas bagi kalangan pemuda dan mahasiswa, kata Badrut Tamam, sangat penting karena upaya yang seperti itu nanti akan bisa mengantarkan pemuda dan mahasiswa memiliki kematangan untuk berfikir ilmiah, jujur, objektif, kreatif dan kontsruktif dalam membantu pembanguann daerah.

Terkait dengan memaknai hari Pahlawan Nasional pada konteks kekinian dia menegaskan bahwa pemberian pelayanan yang baik kepada masyarakat merupakan bagian dari sikap juang kepahlawanan. Dia mengaku sejak awal menjabat sebagai Bupati telah mematangkan tekad untuk menjadikan jabatannya itu sebagai alat juang dan pengabdian dan pelayanan bagi rakyat.

“Makna kepahlawanan dalam konteks kekinian bagi kami adalah perjungan untuk perbaiki kinerja, tahapan kinerja yang harus jelas, kerja dengan anti korupsi, lakukan gerakan politik yang santun, pemerintahan yang bersih dan pelayanan yang mengarah pada terciptanya satu tujuan utama yakni mencapai Pamekasan hebat,” katanya.

Dia mengaku di awal kepemimpinannya mulai muncul adanya dinamika dan perbedaan pandangan antara dirinya dengan elemen lain dalam menyikapi pembanguan di Pamekasan. Namun hal itu dinilainya sebagai hal yang wajar dan bagian dari dinamika yang bisa memicu semangat untuk bekerja lebih baik.

Karena itulah, dia meminta, kalangan pers atau media massa untuk membantunya dengan cara menjadikan media sebagai alat transformasi ide dan informasi yang mendidik, objektif dan berkualitas.

“Jangan ada pelintir berita, sebab kalau dipelintir yang rugi pasti rakyat karena menerima informasi yang tidak valid. Tidak ada untungnya bagi rakyat, malah rugi rakyat,” pungkasnya. (mas)