Alihkan Beban Pikiran, Pasien Kanker Diajak buat Kalung dari Perca

Beberapa penderita kanker asyik membuat kalung etnik berbahan perca.

SURABAYA (global-news.co.id) – Salah satu faktor yang memengaruhi penderita kanker adalah pikiran, selain gaya hidup. Memiliki kesibukan menjadi cara yang akan membuat penderita dan penyintas kanker tidak terbebani oleh penyakitnya.

Memuncaki rangkaian  ulang tahunnya yang pertama, Adi Husada Cancer Center mengajak pasien dan keluarganya berkreasi membuat kalung etnik dari kain perca. “Keterampilan ini paling tidak bisa digunakan mereka dalam mengisi waktu luangnya dan sejenak melupakan sakitnya. Hasilnya bisa dipakai sendiri,  bisa juga dijual,” kata marketing manager AHCC, Luluk Widyasari, Senin (26/11).

Bukan hanya pasien wanita, beberapa pasien pria pun ternyata menikmati aktivitas membuat kalung tersebut. Melihat respon para pasien, dr Bambang Widjanarko SpRad (K) Onk, mengatakan kegiatan membuat kerajinan tangan ini bermanfaat untuk mengalihkan beban pikiran yang biasa dialami para pengidap kanker. “Bagus. Karena penderita kanker ini diajak untuk memiliki kesibukan sehingga dia lupa akan penyakitnya. Karena stresnya itu membuat penyakitnya bertambah parah,” ujarnya usai berbagi tips pasca radioterapi.

Lolita Mercyana (48) mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Selain bermanfaat hasilnya, kegiatan seperti ini setidaknya bisa membuat kita tidak jenuh,” ujar wanita yang masih rutin menjalani terapi radiasi pasca operasi tumor otak pada September lalu.

Hingga kini kanker masih tetap menjadi momok bagi masyarakat, mengingat risiko kematian yang ditimbulkannya. Karena itulah edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker perlu dilakukan. “Peran mengedukasi masyarakat seputar masalah kanker inilah yang terus kami lakukan di samping mengupayakan penanganan dan pengobatannya,” lanjut Luluk.

Dikatakan, lewat program “Happy Wednesday” para dokter di AHCC membahas bermacam kanker, dari gejalanya, penanganannya, pengobatannya, hingga terapinya dalam bentuk mini talkshow. Selain itu untuk memberi dukungan pada para penderita kanker, penyintas (survivor) kanker, AHCC bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Jatim dan Can-Care meluncurkan gerakan Canmovement pada Oktober lalu. Dukungan yang dimotori 11 survivors ini melalui berbagai cara, dari mengedukasi tentang penyakit kanker, apa saja macamnya, hingga penjelasan permasalahan sosial yang sering dihadapi penderita kanker. ret