Sertijab, Bupati Pamekasan Baru Ingin Jadikan Ulama Pembimbing dan Civil Society sebagai Mitra

GN/Masdawi Dahlan
Badrut Tamam-Rajai’e dan Fattah Jasin mengikuti serah terima jabatan di Pendapa Ronggosukowati, Sabtu kemarin.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Bupati Pamekasan Badrut Tamam SPSi bersama Wakil Bupati Rajai’e SHI  (Berbaur) memiliki keyakinan kuat untuk bisa membawa Pamekasan ke arah yang lebih baik. Karena itu pasangan ini akan melakukan berbagai perbaikan dalam berbagai aspek, antara lain aspek ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan aspek lainnya.

Hal itu diungkapkan Badrut Tamam dalam sambutan usai acara serah terima jabatan dari Pj Bupati Pamekasan Dr Ir RB Fattah Jasin MS di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Sabtu (29/9/18). Serah terima jabatan itu disaksikan oleh Guberrnur Jawa Timur Soekarwo, pimpinan dan anggota DRD Pamekasan, Forkopimda, Pimpinan OPD dan elemen masyarakat lainnya.

Keyakinan dirinya akan bisa memperbaiki Pamekasan bisa dilihat dari banyak aspek, antara lain dia yakin bahwa Pamekasan memiliki aneka ragam potensi sumberdaya alam yang bagus yang bisa dikembangkan dengan tepat untuk melahirkan hasil maksimal pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Pamekasan memang masih masuk katagori daerah miskin, namun bukan berarti kita tak punya potensi. Kita punya potensi besar misalnya di bidang pertanian, perdagangan dan pariwisata yang apabila dikelola dengan baik, melibatkan masyarakat sebagai objek dan subjek, maka akan melahirkan hasil yang maksimal,” katanya.

Untuk mencapai itu semua, kata dia, perlu kesiapan dan keterlibatan semua elemen masyarakat. Pemerintah sebagai pelayan, masyarakat umum dan peran alim ulama atau para sesepuh sangat dibutuhkan untuk menjadi pembina dan pembimbing masyarakat dan pemerintah.

Kepada para birokrat, dia mengajak untuk hijrah dari pola pelayanan lama ke pola baru yang lebih kreatif inovatif adaptif, berubah dari raja menjadi pelayan. Harus utamakan kepentingan rakyat dan jadikan rakyat sebagai raja.

“Saat ini sudah saatnya kita terapkan new public service yaitu dengan memanfaatkan teknologi dan informasi sebagai basis, mari kita perbaiki pelayanan kita untuk memudahkan dan melayani kepentingan rakyat. Era baru rakyat sejahtera dengan birokrasi yang inovatif dan kreatif,” ajaknya.

Dia menegaskan ada tiga prinsip mendasar yang akan dijalankan dalam mengemban tugas kepemipinan di Pamekasan. Pertama menjadikan kemaslahatan umat sebagai tujuan uama, lalu menjadikan ulama sebagai pembimbing dan ketiga menjadikan civil society sebagai mitra kerja.

Kepada semua elemen masyarakat dia juga meminta agar jangan sampai ada jarak dengan dirinya. Sebab, kata dia, dirinya bersama wakilnya Raja’ie tidak akan berarti apa apa tanpa dukungan masyarakat. “Jika kami baik kami senang didukung dan jika kami melakukan kesalahan maka juga senang jika diperbaiki,” tandasnya.(mas)