Dorong Inovasi Desa dengan “Jumat Bersabda”

Bupati (kiri) Wabup (tengah) dan Kapolres (kanan) saat acara Jumat Bersabda kemarin.

PAMEKASAN (global-news.co.id) –Jumat (12/10/18) kemarin Bupati Pamekasan Badrut Tamam bersama Wakilya Raja’ie mengikuti kegiatan Jumat Bersabda ( Bersepeda Bersama Forkopimda). Kegiatan ini rutin dilakukan Bupati Pamekasan bersama Forkopimda dan pimpinan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) lainnya dan sudah berlangsung sekitar 10 tahun.

Selain Forkopimda dan pimpinan OPD dalam kegiatan Jumat Bersabda ini juga diikuti oleh kelompok atau perkumpulan sepeda ontel yang ada di Pamekasan. Start dimulai dari Pendopo Ronggosukowati memutar ke sejumlah ruas jalan di kota Pamekasan lalu kemudian berhenti di desa atau kelurahan yang ditentukan.

Pada Jumat kemarin rute perjalan dari Pendopo Ronggosukowati menuju timur Jalan Jokotole lalu belok kiri ke Jalan Stadion dan kemudian belok kanan di Jalan Bonorogo hingga tembus jalan Raya Sumenep. Dari sana belok kanan menuju Jalan Jokotole lagi dan belok kiri menuju Balai Desa Buddagan Kecamatan Pademawu.

Di Balai Desa Buddegan rombongan Bupati dan Forkopimda disambut oleh Kepala Desa dan aparatnya serta para tokoh masyarakat dan pemuda di desa tersebut. Tidak lupa pula ditampilkan hiburan musik ul daul, musik tradisional khas Pamekasan menyambut kedatangan rombongan.

Badrut Tamam menegaskan kegiatan olah raga bersepeda Jumat Bersaba banyak manfaatnya. Meski demikian harus diupayakan inovasi agar lebih maksimal manfaatnya. Misalnya desa yang disinggahi kegiatan Jumat Bersabda itu harus menampilkan hasil inovasi dan kreatifitas desanya.

“Misalnya di desa ini tadi dilaporkan menjadi desa nomor satu desa paling taat membayar di Pamekasan. Nah ini kan luar biasa bagus. Ini perlu ditampilkan dan disampaikan pada desa desa dan kelurahan lain agar desa lain juga bisa mencontohnya,” katanya.

“Karena itu harapan saya desa yang seperti ini nanti harus diberi reward oleh pemerintah. Dengan penghargaan yang diterimanya, maka desa desa lain diharapkan akan berlomba lomba juga untuk membuat kreatifitas desa sesuai dengan potensi yang dimilikinya,” imbuhnya.

Badrut menegaskan selama ini program pembangunan banyak berupa melaksanakan program dari atas kebawah, atau yang dilakukan apa yang dinginkan pemerintah. Saat ini, kata dia, pola itu harus berubah. Pembangunan harus berasal dari keinginan dari bawah, apa yang dinginkan oleh rakyat itulah yang harus dilakukan.

“Pemerintah hanya jadi fasilitator, katalisator, sehingga apapun yang diinginkan rakyat yang sesuai dengan visi misi daerah maupun pusat, pasti akan kita dukung.” tandasnya.

Terkait dengan hal itu, lanjut Badrut, kini Pemkab melalui Bappemas berencana untuk menggelar Bursa Inovasi Desa (BID). Dalam program itu nanti akan dilakukan pemilihan desa inovatif dari berbagai kriterianya, misalnya desa yang inovatif dalam hal pembayaran pajak, UMKM, pelayanan yang cepat dan lain sebagainya. (mas)