Dies Natalis, Alumni FK Unair Bangun 340 Jamban

dari kanan ke kiri, dr Pudjo Hartono, SpOG (K), Prof Dr dr Budi Santoso SpOG (K), dr Henry Wibowo SpAn MARS, dan dr Heru Purnomo, direktur aplikasi IKA FK Unair

SURABAYA (global-news.co.id): Membangun 340 jamban bagi warga Surabaya menjadi salah satu bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan para alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dalam peringatan Dies Natalisnya yang ke-105. Pembangunan ini dilaksanakan di 13 kelurahan, antara lain Kejawan Putih, Romokalisari, Penjaringansari, Mulyorejo, Dukuh Kupang, dan Keputran.

Pembangunan sarana sanitasi tersebut merupakan bentuk dukungan alumni FK Unair terhadap program Open Defecation Free (ODF) yang sedang digalakkan oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Ketua Panitia Dies Natalis 2018, Prof Dr dr Budi Santoso SpOG (K) menjelaskan, ODF adalah kondisi yang dicapai ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan.

“Pasalnya pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan sehingga untuk memutuskan mata rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses tersebut. Salah satunya dengan memfasilitasi pembangunan jamban,” paparnya dalam temu media, Senin (29/10).

Ketua II Panitia Dies Natalis FK Unair, dr Henry Wibowo SpAn MARS, menambahkan, berdasarkan data di Surabaya ini ada sekitar 12.000 jamban yang belum benar. Dalam arti jamban itu ada tapi kotorannya dialirkan atau dibuang ke sungai. “Pemkot akan memperbaiki jamban tersebut, karena Walikota, Ibu Tri Rismaharini, menargetkan 2019 di Surabaya tidak ada lagi sungai yang dialiri tinja. Ini merupakan bentuk kepedulian kami bagi Surabaya,” katanya.

Dalam program 340 jamban sumbangsih alumni FK Unair itu, yang belum ada jambannya dibangunkan, sedang yang kondisi pembuangannya masih dialirkan ke sungai dibangunkan septic-tank-nya. “Kalau pas sungainya ada airnya dan mengalir, mungkin tidak berbau ya. Kalau musim panas seperti sekarang ini kan baunya ke mana-mana dan menebarkan penyakit,” ujarnya.

Dies Natalis FK Unair diperingati setiap 10 November –berbarengan dengan Dies Natalis Universitas Airlangga yang tahun ini menginjak ke-64. Selain membangun jamban, kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan alumni dari angkatan 1961 hingga 2013 diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang disebar di 420 titik yang berbeda di Surabaya. Di antaranya penyuluhan, pemberian kacamata, pelatihan Basic Life Support untuk awam dan team 112 Pemkot Surabaya, sunat massal, operasi katarak, skrining kanker serviks, dan pelayanan kesehatan gratis lainnya.

Awalnya, sesuai dengan nama acara “105 Cahaya di Langit Surabaya”, kegiatan baksos ini dilakukan di 105 tempat, namun tingginya antusiasme dari ikatan alumni FK Unair menjadikan persebaran titik pengmas meluas di 420 titik, di mana setiap angkatan akan melaksanakan di 2 atau lebih titik yang berbeda.

Acara dibuka dengan pelepasan merpati di lapangan FK UNAIR dan dilanjutkan dengan pengabdian masyarakat di setiap titik secara serentak pada 10 November. Bakti sosial serentak oleh Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga angkatan terbanyak ini juga akan tercatat dalam rekor MURI.

Malam harinya digelar kegiatan “reünienacht” dan peluncuran aplikasi terbaru FK UNAIR yakni aplikasi “Dokter” IKA yang diselenggarakan di FK UNAIR dan dimeriahkan oleh Ari Lasso.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis FK Unair itu diawali dengan seminar Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada 9 November. “Seminar ini merupakan wadah untuk menyumbangkan pemikiran dan solusi atas jaminan kesehatan nasional yang saat ini menuai banyak kontroversi, terutama dari kalangan kedokteran. BPJS ini kan layanan yang belum stabil. Kami coba undang tokoh-tokoh penting supaya ini tidak hanya jadi wacana, tapi ada wacana dan konsep penyelesaiannya,” ujar ketua IKA Unair wilayah Jatim, dr Pudjo Hartono SpOG (K).

Rangkaian Dies Natalis yang bertujuan untuk memperingati 105 tahun Pendidikan Dokter di Surabaya tersebut ditutup dengan acara karnaval dan pasar rakyat yang juga digelar di halaman kampus A Unair pada 11 November mulai pukul 06.30. Dalam karnaval bertema Warna Warni Nusantara itu, setiap angkatan akan melakukan defile mengelilingi FK Unair dengan menggunakan kostum dan atribut budaya nusantara. Sedang pasar rakyat berisi stan-stan makanan “Kuliner Tjap Soerabaja” dari sumbangan setiap angkatan yang hadir pada acara tersebut.ret