Badrut Tamam Ajak Internalisasi Nilai-Nilai Al Qur’an

GN/Masdawi
Bupati Pamekasan Badrut Tamam membuka MTQW ke XXVIII di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Selasa (2/10).

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Bupati Pamekasan Badrut Tamam mengajak semua elemen masyarakat, khususnya kalangan pejabat dan pelayan masyarakat untuk menginternalisasikan nilai nilai Al quran dalam kehidupan sehari hari. Ini penting, kata dia, karena Al quran adalah sumber hukum dan pijakan kaum muslimin dalam menjalani tugas hidup.

Badrut Tamam menyampaikan ajakan itu saat memberi sambutan pada Pembukaan MTQ ke XXVIII di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Selasa (2/10/18) kemarin. Dalam acara itu hadir anggota Forkopimda Pamekasan, Wakil Ketua DPRD Pamekasan H Hermanto, Pj Sekdakab Pamekasan dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Pamekasan sebagai daerah yang memiliki motto Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami), kata, Badrut, maka manifestasi nilai nilai Al Quran harus menjadi pondasi bagi aparat pemerintah dalam menjalankan tugas dan pelayanannya kepada masyarakat.

“Jika Al quran telah terinternalisasi pada diri aparatur pemerintah maupun masyarakat secara umum, saya yakin Pamekasan akan begeser dari model pelayanan yang kurang ideal menjadi lebih ideal. Mudah mudahan kita semua aparatur bisa menginternalisasikan nilai nilai al quran tersebut,” harapnya.

Dia menegaskan Al quran tidak hanya untuk dibaca dan dan dihafal, akan tetapi nilai nilainya harus menjadi dasar gerakan dalam melangkah. Jika Al quran telah menjadi dasar pijakan, maka akan tumbuh rasa cinta kasih persaudaraan, kedekatan antara sesama.

”Saya berfikir semoga Pemkab bisa rumuskan kebijakan untuk program satu desa satu, dua atau tiga hafidz atau hafidzah. Lalu mereka dikawal terus untuk mendapatkan pendidikan lanjutan ke universitas. Sekarang banyak perguruan tinggi ternama di Indonesia yang memberikan beasiswa bagi penghafal Al-Quran,” jelasnya.

Terhadap para penghafal atau hafidz dan hafidzah, pemerintah juga diharapkan bisa merumuskan langkah dan kebijakan agar para penghafal Al Quran itu menularkan ilmunya pada generasi muda lainnya. Jika tiap desa di Pamekasan ada penghafal Al quran maka itu akan menjadi lahan pahala bagi para pembuat kebijakan untuk mendapat balasan surge dari Allah SWT.

“Mohon maaf ya sejak saya baru dilantik seminggu yang lalu. Saya minta agar diruang kerja saya distelkan murattal Al quran selama 24 jam. Yang ingin saya dapatkan adalah atmosfir nilai nilai al quran itulah. Sehingga sekalipun ada masalah berat pikiran kita akan tenang,” akunya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteran Rakyat Syaiful Farid Wajdi melaporkan MTQ ini digelar tiap 2 tahun sekali. MTQ kali ini merupakan kelanjutan MTQ tingkat kecamatan yang telah digelar bulan Mei yang lalu. MTQ kali ini dikuti oleh 8 cabang lomba dan 41 golongan. Untuk kesuksesan itu panitian menugaskan 41 orang dewan hakim dan mereka dilantik oleh Bupati Badrut Tamam. (mas)
.