246 Rumah di Sapudi Rusak, Pemprov Janji Bantu Perbaiki

GN/Istimewa
Gubernur Jatim Soekarwo bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman meninjau lokasi di Sapudi.

SUMENEP (global-news.co.id) Gubernur Jatim H Soekarwo usai meninjau lokasi gempa di Pulau Sapudi, menyebut ada 246 rumah yang rusak. Rinciannya sebanyak 210 rumah rusak di Kecamatan Gayam, sisanya 36 rumah rusak di Kecamatan Nung Gunung.

Gubernur Jatim Soekarwo bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman meninjau Kepulauan Sapudi di Sumenep. Wilayah itu terdampak paling parah dari gempa karena lokasinya yang cukup dekat dengan titik pusat gempa yakni 61 kilometer Timur Laut perairan Utara Situbondo yang terjadi Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB dini hari tadi.

“Masyarakat diberikan keyakinan bahwa semua yang menjadi kerusakan rumah yang jumlahnya 246 yaitu 210 di Gayam, dan Nung Gunung itu 36. Artinya kita bersama-sama bertiga memberikan jaminan kepada mereka,” kata Pakde Karwo saat tiba di Mapolda Jatim usai peninjauan.

Ia merinci ada 30 rumah yang mengalami kerusakan berat, 80 rumah rusak sedang, dan 128 rumah yang rusak ringan. Dia menegaskan semua kerusakan itu merupakan tanggung jawab Pemprov untuk memperbaiki. “Berat itu 30, sedang itu 80 dan 128 ringan, itu tanggung jawab pemerintahan provinsi,” katanya.

Pakde Karwo menegaskan, pemerintah juga bertanggung jawab untuk merawat korban luka. Untuk korban meninggal dunia, pihaknya telah menyiapkan santunan. Pakde Karwo menyebut santunan Kapolda Luki sudah diserahkan saat bertemu korban.

“Yang kedua tentang yang sakit, dari tanggung jawab pemerintah kita juga akan menjamin dan yang meninggal diberikan santunan. Pak kapolda tadi sudah memberikan santunan, yang kita masih dalam perjalanan,” paparnya.

Irjen Luki menegaskan, dalam membantu korban gempa, khususnya di Sapudi, pihaknya telah mengerahkan pasukan sebanyak 50 personel. Sebanyak 30 personel dari Brimob dan sisanya dari Sabhara. “Pasukan untuk awal ini bertugas membantu warga dan mengamankan lokasi rumah warga paska gempa,” jelasnya.

Mayjen Arif menambahkan, dari pihak Kodam juga telah mengirimkan bantuan ke Sapudi yang dikoordinasikan oleh Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya. Selain itu, untuk rehabilitasi rumah warga yang terdampak, pihaknya telah mengirimkan bantuan pasukan dari Satuan Zeni. “Untuk rehab rumah, kami siapkan pasukan Zeni dan biaya sepenuhnya ditanggung Pemprov Jatim,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Jatim, Suban Wahyudiono mengatakan, Pemprov Jatim bekerjasama dengan Pemkab Sumenep akan menanggung biaya pembangunan rumah korban gempa Sapudi Sumenep. Dimana Rumah warga akan diperbaiki mulai Jumat (12/10).

“Rumah yang rusak berat ada 26 langsung dikerjakan,” kata Suban Wahyudiono usai hearing dengan komisi B DPRD Jatim, Kamis (11/10).

Dikatakannya, rumah warga yang rusak sebagian besar ada di kecamatan Gayam pulau Sapudi. Sisanya adalah di Kecamatan Kalianget. “Kalau luka-luka keruntuhan tembok. Tetapi  tidak terjadi. Mungkin letaknya sejajar dengan Sapudi,”ujar Suban yang juga menjadi Plt Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim.

Sekadar diketahui, gempa berkekuatan 6,4 SR di timur laut Situbondo, Kamis (11/10) dini hari, ternyata juga mengguncang 22 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Namun BPBD juga memastikan daerah yang merasakan dampak terparah adalah di Kabupaten Sumenep. (ins)