SMKN 2 Gelar Workshop Pendampingan Pembelajaran Teaching Factory

GN/Masdawi
Kepala SMKN 2 Pamekasan Dr Budi Sulistio (dua dari kiri) memberi sambutan dalam pembukaan workshop.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-SMKN 2 Pamekasan, selama tiga hari mulai Senin (3/9/2018) menggelar Workshop Pendampingan dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Teaching Factory. Workshop diikuti sekitar 35 orang yang terdiri dari para guru pengawas dan civitas akademika lainnya di SMKN 2 Pamekasan.

Acara dibuka Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di Pamekasan Drs Slamet Gustiantoko MSi itu, juga dihadiri sekaligus menjadi pameteri dalam kegiatan ini adalah Sub Direktur Kurikulum Dirjen Dikmen Kemendikbud Jakarta Dr Sahril. Juga hadir utusan dari dunia industri di Pamekasan.
Kepala SMKN 2 Pamekasan Dr Budi Sulistio SPd MSi mengatakan, workshop ini digelar dalam rangka mengembangkan pelaksanaan teaching factory yang selama ini sudah mulai dijalankan di SMKN 2 Pamekasan. Selama ini teaching factory yang dijalankan belum maksimal dan segera dimaksimalkan.

Budi menegaskan teaching factory ini sangat berkaitan dengan Nawa Cita Presiden RI JokoWidodo. Terutama yang berkaitan dengan implementasi 4 pilar dalam rangka menyambut abad ke 21 yang menurut keinginan Kemendikbud RI nanti anak SMKN dituntut untuk berperilaku kreatif, kritis, komunikatif dan kolaboratif

“Kreatif artinya siswa SMKN dituntut untuk memiliki kreatifitas yang handal sesuai dengan spesialisasinya sehingga siap pakai. Kritis artinya mau menerima pelajaran tidak hanya dalam bentuk teori namun dalam bentuk kerja kreatif khusus yang matang. Komunikatif dan kolaboratif artinya SMKN harus bisa membangun kemitraan dan komunikasi dengan pihak lain dengan tujuan optimalisasi pembelajaran bagi siswa,” katanya.
Terkait dengan kehadiran dunia usaha dalam workshop tersebut, Budi mengaku itu merupakan bagian dari komitmen SMKN 2 Pamekasan benar benar menghadirkan dunia usaha sebagai mitra kerja yang strategis.

Dunia usaha, kata Budi, harus hadir sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan proses pembelajaran dalam teaching factory tersebut.
Sementara itu Dr Sahril dalam sanbutannya menegaskan selama ini memang ada jarak antara SMKN dengan dunia usaha. Karena itu kehadiran kemitraan dalam teaching factory melibatkan dunia usaha langsung ke sekolah merupakan langkah tepat untuk mengatasi hal tersebut.

“Dunia usaha tidak hanya hadir sebagai mitra untuk bagaimana mendidik anak secara tehnik memberikan keterampilan bagi anak SMKN, akan tetapi juga harus maksimal secara total membantu bagaimana dunia usaha itu bergerak dan berkembang sehingga anak juga faham tentang ilmu pemasaran dan lainnya,” katanya.

Drs Slamet Gustiantoko dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, juga mengakui pentingnya teaching factory. Dia salut kreatifitas SMKN 2 Pamekasan memulai untuk mengembangkan proses pembelajan teaching factory ini. “Saya apresiasi tinggi atas kreatifitas SMKN 2 ini,” kata Slamet. (mas)