Pamekasan Kembali Raih WTP dalam Manajemen dan Laporan Keuangan


GN/Masdawi
Badrut Tamam bersama Gubernur Soekarwo dan kepala daerah penerima WTP lainnya di Jatim.

PAMEKASAN (global-news.co.id)-Pamekasan kembali sukses meraih penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pengelolaan dan laporan keuangan daerah untuk tahun anggaran 2017. Karena itu Pemkab Pamekasan berhak mendapatkan lagi penghargaan dari Kementrian Keuangan RI.

Jumat (28/9/18) kemarin piagam penghargaan itu diserahkan oleh Gubernur Jatim Soekarwo di Kantor Gubernur di Surabaya mewakili Menteri Keuangan RI. Piagam penghargaan itu diterima oleh Bupati Badrut Tamam. Selain Pamekasan ada sejumlah daerah tingkat  II lainnya di Jatim yang juga mendapat penghargaan serupa.

Bagi Pamekasan, WTP untuk laporan keuangan tahun 2017 ini merupakan yang kelima kalinya. Pertama WTP diraih Pamekasan untuk laporan keuangan tahun anggaran 2012, lalu secara berturut-turut pada tahun anggran 2014, 2015, 2016 dan terakhir pada laporan keuangan tahun anggaran pembangunan tahun  2017 lalu.

Bupati Badrut Tamam mengaku senang dengan penghargaan tersebut. Dia mengakui penghargaan itu merupakan prestasi yang dicapai oleh kinerja para pejabat dari pemerintahan sebelum dirinya. Meski demikian, dia tetap  mengaku senang dengan prestasi itu. “Ini prestasi atau hasil kinerja kepeminpinan sebelum saya. Saya senang juga dan saya bertekad dengan prestasi ini kita ini punya potensi baik, karena itu potensi itu harus dipertahankan dan ditingkatkan,  karena itu saya bertekat untuk tiap tahun peghargaan WTP ini harus diperoleh,” katanya.

Kepala Badan Keuangan Daerah Pamekasan Drs Taufiqurrahman MSi menjelaskan, selama 4 tahun terakhir ini berturut turut WTP diraih oleh Pamekasan. Jika lima kali meraih WTP berturut turut, maka akan mendapatkan penghargaan khusus yang akan diserahkan oleh menteri keuangan.

“Kita memang lima kali raih WTP tetapi ada jeda tahun 2013 kita kosong karena satu dan lain hal. Baru mulai tahun 2014, 2015, 2016 dan tahun 2017 kita raih 4 kali berturut turut. Namun karena belum berturut-turut lima kali, maka tahun ini kita belum raih penghargaan khusus itu. Semoga saja tahun depan  kita raih,” katanya.

WTP merupakan hasil penilaian terbaik untuk laporan  keuangan sebuah lembaga baik pemerintah maupun lembaga swasta. Penilaian WTP ini diberikan paling tidak jika laporan keuangan memenuhi sejumlah kriteria penting antara lain bebas salah saji, sistem pengendalian internalnya yang bagus dan ketaatan kepada aturan dan ketentuan yang berlaku.

Ketika pemerintahan daerah mendapat penilaian WTP, kata Taufiq,  itu berarti pengelolaan dan laporan keuangan di daerah itu sudah bebas dari penyimpangan dan terkendali dengan baik. “Ini tidak berarti tidak ada kesalahan sama sekali pada pelaksanaan pembangunan, tetap kemungkinan kesalahan ada, namun ada penangannya dengan jelas,” pungkas Taufiq.(mas/*)